Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

NEKAT! Dua Pemuda Ini Mudik dari Manado ke Jepara Pakai Motor, Tembus 2.500 KM!

Fikri Thoharudin • Sabtu, 29 Maret 2025 | 01:41 WIB
PRIMA: Potret kendaraan yang digunakan oleh Affit dan Erik untuk mudik ke Jepara.
PRIMA: Potret kendaraan yang digunakan oleh Affit dan Erik untuk mudik ke Jepara.

JEPARA – Apa yang terlintas di benakmu jika harus menempuh perjalanan 2.500 kilometer hanya dengan sepeda motor?

Bagi sebagian orang, mungkin ini terdengar mustahil.

Namun, bagi Affit Dwi Giovani (27) dan M. Erik Fahmi Sahab (25), perjalanan panjang dari Manado ke Jepara ini adalah petualangan yang tak terlupakan.

Mereka menghabiskan enam hari perjalanan, melintasi daratan dan lautan, dengan hanya bermodalkan sepeda motor Honda CB.

Perjalanan epik ini bukan sekadar tantangan, tetapi juga bukti cinta kepada orang tua. Di bagian belakang motor milik Affit, terdapat tulisan yang begitu menyentuh:

"Demi orangtua tersayang, Manado-Jepara 16-03-2025."

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Fitri Aniowati, Lulusan Kedokteran Unsoed Purwokerto asal Pati yang Juara I Literature Review National Dentination 2021

Tangis Haru Sambut Kepulangan

Setibanya di Tugu Pancasila Jepara pada Minggu (23/3) malam, Affit langsung disambut tangis haru sang ibu, Budi Setyowati.

Ia tak kuasa menahan air mata melihat putranya pulang dengan selamat setelah perjalanan panjang yang penuh tantangan.

Tak hanya keluarga, warga sekitar yang berada di lokasi pun ikut tersentuh. Tak banyak yang berani menempuh perjalanan sejauh itu dengan motor klasik.

Motor Rakitan Demi Mudik Impian

Affit mengungkapkan bahwa ide untuk mudik menggunakan motor sudah ia pikirkan sejak Agustus 2024.

Sebelumnya, ia selalu pulang kampung dengan pesawat. Namun, kali ini ia ingin merasakan sensasi perjalanan yang berbeda.

"Waktu itu saya belum punya motor, tapi kemudian kenal Erik dan dicarikan motor Honda CB. Saya beli Rp 5,6 juta, lalu saya rakit dan modifikasi sampai habis sekitar Rp 15 juta," ujarnya pada Rabu (26/3).

Berbeda dengan Affit, Erik sudah lama memiliki motor. Motor yang ia gunakan adalah kendaraan pribadinya yang dikirim dari Jawa ke Manado.

Rute Ekstrem, 40 Liter Bensin, dan 6 Hari di Jalan

Perjalanan mereka dimulai dari Manado ke Palu, sejauh 1.200 kilometer, ditempuh selama tiga hari dua malam.

Selanjutnya, mereka naik kapal dari Pelabuhan Donggala (Sulawesi) menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, yang memakan waktu tiga hari dua malam di laut.

Sesampainya di Surabaya, mereka langsung tancap gas menuju Jepara yang hanya memakan waktu satu hari penuh perjalanan darat.

Secara total, perjalanan ini menghabiskan 40 liter bensin dengan biaya sekitar Rp 400 ribu untuk masing-masing motor.

"Rata-rata kami berkendara 7-9 jam per hari. Meskipun melelahkan, perjalanan ini sangat berkesan," tambah Affit.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Ustadz Abdul Baits Muchtar Pengasuh Ponpes Alburuj Jepara yang Dapat Penghargaan dari Kedutaan Besar Sudan

Drama Perjalanan: Mesin Trouble Hingga Bertemu Khatulistiwa

Perjalanan panjang tentu tak lepas dari hambatan. Affit dan Erik sempat mengalami berbagai kendala teknis, seperti mesin bermasalah, karburator macet, bearing aus, hingga harus mengganti oli di tengah perjalanan.

Namun, semua itu terbayar dengan pengalaman luar biasa. Mereka berkesempatan mengunjungi berbagai tempat bersejarah, seperti Tugu Garis Khatulistiwa di Sulawesi, masjid yang selamat dari tsunami 2018, dan Puncak Selena.

"Kami ingin melihat langsung bagaimana Palu bangkit setelah tsunami. Perjalanan ini juga membuka wawasan kami tentang banyak hal," kata Erik.

Dapat Saudara Baru di Jalanan

Bagi Erik, perjalanan lintas provinsi bukanlah hal baru. Namun, melintasi pulau dengan motor klasik adalah pengalaman yang berbeda.

"Kami bertemu banyak teman baru, terutama dari komunitas motor klasik. Selama perjalanan, kami selalu disambut seperti saudara sendiri," ungkapnya.

Menariknya, meskipun sama-sama berasal dari Jepara, Affit dan Erik baru saling mengenal saat di Manado.

Keduanya bekerja di industri triplek interior dan akhirnya menjadi sahabat dalam petualangan ini.

Selanjutnya, Touring ke Yogyakarta?

Setelah sampai di Jepara, Affit dan Erik tak langsung beristirahat lama. Mereka justru sedang menyiapkan motor untuk touring ke Yogyakarta sebelum Lebaran.

Namun, bagaimana mereka akan kembali ke Manado setelah liburan?

"Lihat nanti, kalau ada uang cukup ya naik pesawat. Kalau enggak, bisa jadi kami balik lagi naik motor!" ujar Affit sambil tertawa.

Perjalanan Affit dan Erik membuktikan bahwa mudik bukan sekadar pulang kampung, tetapi juga sebuah perjalanan penuh makna.

Bagi mereka, lelah di jalan tak sebanding dengan kebahagiaan bertemu keluarga. (fik)

Editor : Mahendra Aditya
#manado #jepara #honda cb #cerita mudik #mudik lebaran