Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih Dekat Sosok Farid Abbad Pengasuh Ponpes yang Sudah Tulis Lima Buku: Tanamkan Cinta Literasi ke Santri, Tak hanya Ngaji Kitab

Andre Faidhil Falah • Sabtu, 8 Maret 2025 | 18:03 WIB

 

Farid Abbad
Farid Abbad

Farid Abbad dikenal sebagai toko pemberdayaan masyarakat di Desa Kajen, Margoyoso, Pati.

Ia telah menulis lima buku sebagai pedoman untuk santri maupun masyarakat secara umum.

ANDRE FAIDHIL FALAH, Pati, Radar Kudus

Keseharian Farid Abbad, putra dari KH. Asnawi Rohmat, LC itu, membimbing santrinya. Tepatnya di Pondok Pesantren Al-Roudloh Kajen, Pati.

Jadwalnya padat. Hampir tiap waktu ia membimbing santrinya.

Ia duduk di antara puluhan santri. Memegang mikrofon sembari memberi ilmu kepada anak-anak asuhnya.

Para santri Gus Farid -sapaan akrabnya- memang dibekali dasar-dasar beragama.

”Saya mengajar santri berbagai kitab dari imam besar. Juga ada buku yang tersedia di pondok. Itu semua untuk mengenalkan santri akan agama,” terang Gus Farid.

Tak hanya buku-buku dari imam besar, ia juga telah menulis lima buku.

Masing-masing berjudul Kiai dan Agama Minoritas, Harmonis Semesta, Ahlusunnah Wal Jama’ah, Cosmic Intelligence, dan Kosmik Bahari.

”Sudah tercetak. Itu buat bekal para santri,” terang gus lulusan salah satu universitas di Lebanon ini.

Metode yang digunakan pria kelahiran 25 Mei 1991 ini, bisa mengajar di semua kalangan.

Baik santri, petani, nelayan, bahkan pegawai pemerintahan sekalipun. Untuk itu, ia membuat buku.

”Jadi bagaimana cara membangun peradaban melalui gerakan pengetahuan dan kesadaran. Buku kan bisa dibaca semua kalangan. Berbeda dengan kitab,” jelasnya.

Baginya, membuat buku ini menggunakan banyak pendekatan. Mulai dari ilmu tasawuf, sejarah, sosiologi, dan antropologi.

”Buku biasanya digunakan sebagai diskusi dan tadarus buku,” ungkapnya.

Pengurus Yayasan Laras Jagad ini, ingin membuat kalangan santri cinta literasi. Untuk itu, selain belajar kitab, buku juga disodorkan.

”Agar santri terbuka wawasannya. Itu yang saya tanamkan betul. Jadi cah pondok tak hanya ngaji kitab,” ujarnya.

Tak hanya ngaji di pondoknya, ia juga mengajar di luar. Misalnya di Pati Kota, Jepara, terkadang juga di Jogjakarta.

Biasanya ia menggunakan bukunya yang berjudul Cosmic Intelligence untuk ngaji di luar.

”Kami ingin dakwah milenial atau dikenal dan dikonsumsi semua kalangan. Jadi kalau bisa betul-betul ada target. Buat santri apa mahasiswa saja, apa semua kalangan. Kalau saya podo-podo nulis buku, kalau bisa dibaca orang banyak,” imbuhnya. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
#agama #ponpes #masyarakat #pati #Santri #Farid Abbad