Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Muhammad Abdul Ghoffar, Remaja Asal Ngawen Blora Peraih Juara 1 Lomba Kaligrafi Tingkat Asean

Arif Fakhrian Khalim • Minggu, 10 November 2024 | 22:31 WIB

 

PRESTASI: Raih dua kategori juara di lomba kaligrafi tingkat ASEAN
PRESTASI: Raih dua kategori juara di lomba kaligrafi tingkat ASEAN

 

Mohammad Abdul Ghofar, remaja asal Desa Berbak, Kecamatan Ngawen berhasil menorehkan prestasi.

Karya kaligrafi dia kirimkan untuk lomba kaligrafi tingkat Asean di Brunei Darussalam berhasil meraih juara satu.

ARIF FAKHRIAN KHALIM, Blora, Radar Kudus

Anak ke-8 dari delapan bersaudara itu berhasil mendapat dua kategori juara kaligrafi tingkat Asean yang diselenggarakan Pusat Kajian Kaligrafi dan Seni Islam, Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah (PPKKI-YSHHB) Brunei Darussalam.

Lomba dilaksanakan oleh Research Center for Islamic History Art and Culture (IRCICA) dengan sistem mengirimkan hasil kaligrafi secara online.

Tak disangka, dua lukisan kaligrafi yang ia kirim mendapat hasil terbaik.

Ia mendapat dua kategori juara sekaligus, yakni juara 1 kategori Khat Diwani dan juara 2 kategori Khat Diwani Jali.

Saat mendatangi rumah Muhammad Abdul Ghoffar, yang bersangkutan sedang berada di Bogor, Jawa Barat.

Kemudian, dipertemukan dengan ibu Siti Rufi'ah, ibu dari Muhammad Abdul Ghoffar.

"Ghoffar itu terkenal dengan anak yang pemberani dan suka menyendiri. Dia ingin mewujudkan impiannya dengan merantau ke Bogor sejak lulus SMP," ucap Siti Rufi'ah.

Setelah berbincang selama 10 menit, Ulil Amri kakak ke 6 Muhammad Abdul Ghoffar melakukan video call dengan Muhammad Abdul Ghoffar yang ada di Bogor.

"Sejak lulus SMP itu saya langsung merantau untuk belajar di Pondok Pesantren Al Asriyyah Nurul Iman Bogor. Dulu saya nggak suka menggambar dan nggak tau tentang kaligrafi. Namun, tiba-tiba waktu SMA saya ikut ekstrakurikuler kaligrafi dan asal ikut-ikutan saja," katanya.

Setelah lulus dari pondok pesantren, dia mendapat kenalan guru kaligrafi yang dulunya belajar di Mesir yakni Ustadz Zainudin.

Karya-karya gurunya itu telah mendunia dan pernah juara 1 kaligrafi tingkat Internasional pada tahun 2016.

"Dari kenal ustadz itu saya mulai fokus belajar mulai tahun 2020 sampai sekarang. Saya selalu ditekankan untuk selalu belajar dan terus belajar membuat kaligrafi oleh beliau," ucapnya.

Ghoffar bercerita kalau dia tidak suka gambar namun hanya mengisi waktu luang saja setelah lulus SMA.

Kemudian, mendapat semangat dan motivasi dari guru dan orang tua itu yang menjadi pelecut semangatnya dalam menekuni dunia kaligrafi.

"Belajar kaligrafi itu membosankan, setiap hari harus belajar menggambar dan memunculkan ide gambaran kaligrafi yang bagus. Di satu sisi jika tidak belajar, ide gambar tidak akan meningkat," ucapnya.

Dari hasil belajarnya itu, ia diminta untuk melukis kaligrafi masjid, musholla dan sekolah.

Tak hanya itu, ia seringkali mendapat orderan menggambarkan kaligrafi di pigora dan hantaran pernikahan.

Satu tahun belajar, dia memberanikan diri mengikuti lomba pertama yang dilaksanakan oleh IRCICA internasional di Turki pada 2021 dan tidak memperoleh juara.

Tak pantang menyerah, dia mengikuti lomba di Iraq dan memperoleh juara 9. Lomba yang ia ikuti lagi di Sabah, Malaysia dan memperoleh juara 8.

"Alhamdulillah lomba ke empat saya di Brunei ini langsung dapat juara 1 Khat Diwani dan 2 di kategori Khat Diwani Jali. Ajang lomba kaligrafi ini diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh ASEAN. Kemudian diambil 3 juara untuk mendapatkan piala dan penghargaan dari Pangeran Brunei Darussalam," imbuhnya.

Ghoffar mengatakan, sempat grogi dan pesimis saat melihat karya-karya yang dikirimkan peserta lainnya.

Namun, berkat doa orang tua dan guru terus memberikan semangat dan optimis.

"Pengumuman juara itu dikirimkan via email dan diberangkatkan ke Brunei Darussalam untuk menerima penghargaan dari Pangeran Muda Brunei Darussalam. Dapat juara itu saya langsung kabari orang rumah dan guru, mereka semua senang dan mendoakan saya agar sukses selalu," ujarnya. (*/him)

 

Editor : Ali Mustofa
#juara #penghargaan #blora #prestasi #kaligrafi #asean #abdul ghofar