Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Heru Karyanto, Pengusaha Asal Rembang yang Peduli Air Bersih

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Jumat, 18 Oktober 2024 | 17:01 WIB

 

PEDULI AIR: Pengusaha asal Rembang Heru Karyanto menyediakan mesin air untuk karyawan.
PEDULI AIR: Pengusaha asal Rembang Heru Karyanto menyediakan mesin air untuk karyawan.

Heru Karyanto, pengusaha asal Rembang memiliki kepedulian tentang air bersih. Setiap hari ia membagikan 6 ribu liter air.

Di sisi lain, ia juga memiliki kekhawatiran tentang sumber air yang semakin berkurang.

VACHRI RINALDY L, Rembang, Radar Kudus

Heru Karyanto memiliki kepedulian terhadap kelestarian air bersih. Ia selalu mewanti-wanti tentang penghematan air.

Ini bisa langsung terlihat ketika memasuki garasi truk miliknya yang berada di area Jalan Pantura Rembang-Lasem Km 5, Desa Tritunggal, Kecamatan Rembang.

Di sana, terdapat tangki air bertuliskan ”Hemat Air”.

Tangki itu merupakan kenangan pertamanya ketika mendirikan usaha angkutan barang di lokasi tersebut pada 1994 silam.

Ia mengakui, bahwa di kantornya termasuk wilayah sulit air.

Dengan begitu, ia harus membeli air untuk menunjang operasional sehari-hari. Hal ini terus ia lakukan sampai sekarang.

Ya, Rembang memang merupakan wilayah yang kerap terdampak kekeringan saat musim kemarau. Dia juga peduli akan hal ini.

Upaya untuk mencukupi air bersih tidak hanya untuk usahanya. Namun juga diberikan kepada karyawan.

Di garasinya, ia menyiapkan ruangan khusus untuk menampung air. Di sana, terdapat dua bak penampungan berkapasitas 12 ribu liter.

Selain itu, juga ada mesin pengolah air minum. Di dekat mesin tersebut, sudah berjajar ratusan galon milik karyawan.

Setiap hari, mereka bisa mendapatkan air minum gratis untuk dibawa pulang.

Heru juga peduli terhadap warga sekitar. Setiap hari, dia menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi-lokasi yang terdampak kekeringan. Sehari sejumlah 6 ribu liter.

Salah satu lokasi yang disasar adalah di Masjid Jami Lasem yang menjadi ikon Kabupaten Rembang.

Masjid bersejarah ini, hampir setiap hari dikunjungi para peziarah. Jadi, jika kekurangan air akan memberikan dampak untuk warga.

Dari situlah ia berinisiatif untuk mengirimkan bantuan air bersih setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu.

”Jumat itu untuk Salat Jumat, umatnya banyak. Sedangkan Sabtu dan Minggu itu kan banyak bus peziarah datang, sehingga kekurangan air. Kalau peziarah mau salat, mau mandi tidak ada airnya, apa kata masyarakat,” ujarnya.

Tentu saja, untuk mencukupi kebutuhan tersebut ia harus membeli air.

”Saya hampir 20 tahun (beli air). Waktu saya buka usaha di sini (Desa Tritunggal, Red) tidak ada air. Kecuali saat musim hujan,” katanya.

Di tengah aktivitasnya membagikan air bersih itu, Heru justru memiliki kekhawatiran.

Sebab, lambat laun ia merasakan sumber-sumber air di Rembang mulai berkurang. Untuk mencari 6.000 liter per hari ia sudah merasa kesulitan.

Ia mencontohkan, sumber air di Kajar, Lasem, yang dulunya lancar, sekarang semakin berkurang.

”Saya ambil air minum untuk karyawan dulunya di Kajar. Lalu saya proses di sini (tempat usaha Heru, Red),” katanya.

Setelah air di Kajar sulit, sejak dua tahun lalu, ia sering mengambil air di Gembong, Pati. ”Saya ngambil antrenya lima jam,” jelasnya.

Selain di Gembong, Heru juga membeli air dari petani yang ada di Pancur, Rembang.

”Di sana ada petani yang sawahnya ada sumber airnya. Mungkin hampir 10 tahun saya ngambil di situ. Kalau mendadak habis bagaimana?,” imbuhnya.

Ia berharap, kondisi air di Rembang menjadi perhatian bersama. Bagi dia, penanganan masalah air tidak hanya sebatas sumbangan.

Namun, bagaimana daerah bisa lebih mandiri dan tidak tergantung pada droping.

Salah satu solusinya adalah penghijauan.

”Kalau ada penghijauan, saat hujan air tidak langsung menguap, tapi tertampung di tanah. Embung juga tetap bagus. Di daerah yang ada aliran air dibuat embung saja,” imbuhnya. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
#Masjid Jami lasem #Heru Karyanto #angkutan barang #rembang #penghujauan #air bersih #pengusaha #peziarah