Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok Lettu Hana Putra Wahyu Pratama, Pilot TNI AD asal Grobogan yang Dipercaya Terbangkan Pesawat CASA 212-200 TNI-AD

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 31 Januari 2024 | 23:10 WIB
Hana Putra Wahyu Pratama
Hana Putra Wahyu Pratama

 

Lettu Hana Putra Wahyu Pratama, S.T. Han menjadi salah satu putra daerah Grobogan yang sukses berkarier di satuan TNI Angkatan Darat (AD).

Kini ia dipercayai menerbangkan pesawat CASA 212-200 TNI-AD. 

Badannya tegak. Dia juga murah senyum, tetapi tetap sigap dan tegas dalam bekerja. Sosok itu ialah Lettu Hana Putra Wahyu Pratama, S.T. Han.

Pria kelahiran Grobogan, 8 April 1994 ini tampak berfoto di antara burung besi. Berbagai tipe pesawat telah ia jajaki.

Saat sekolah penerbang TNI di Jogjakarta, dia sempat memegang tiga rating pesawat.

Tiga rating pesawat tersebut adalah GROB 120 TPA (latih dasar), KT1 WONG BEE (latih lanjut). Serta CASA 212-200 AVIOCAR (fixed wing).

Kini Hana Putra tengah ditugaskan di Skadron 21/Akasa Aqraya Yudha Puspenerbad, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Alumnus SMAN 1 Purwodadi ini tergabung dalam Korps Penerbangan TNI AD (Penerbad) sejak lulus Akmil pada 2016 silam. Ia tergabung dalam Airforce Flying School A-95.

Tentu tak mudah baginya untuk bisa sampai di titik ini. Perwira ini berhasil membuktikan bisa membawanya meraih cita-cita menjadi seorang prajurit.

“Apalagi masuk di kecabangan Corps Penerbangan Angkatan Darat (CPN) ini. Lumayan berjuang. Dari 220 perwira, saya bisa masuk 10 besar yang terpilih," ujarnya.

"Saat itu saya langsung mendapat kesempatan sekbang TNI di Mapus Penerbad Jakarta. Lalu ditugaskan ke sekolah penerbangan di angkatan udara (AU) Lanud Adisucipto Jogjakarta,” jelasnya.

Kemudian pria yang tinggal di Jalan Soponyono III, Kota Purwodadi ini berkesempatan kuliah di UGM di jurusan Teknik Mesin Pertahanan.

Hana mengaku memiliki pengalaman  menarik saat kali pertama menerbangkan pesawat. Sebab saat itu menjadi momen yang sangat mendebarkan.

“Merasakan sensasi lepas landas dan mengendalikan pesawat sendiri menjadi pengalaman yang tak terlupakan, seperti bermain game di komputer, tapi nyata. Sampai akhirnya saat ini bisa mengendalikan beberapa pesawat dengan berbagai tipe,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini ia memiliki tiga rating pesawat yang kerap dia terbangkan.

Yakni, G120 TPA, KT-1 Wong Bee, Casa 212 Aviocar. Di mana setiap pesawat selalu memiliki pengalaman menarik untuk diceritakan.

Sebelumnya, Putra juga telah menerbangkan tiga pesawat yang dijadikan ia berlatih selama ini.

Yakni, pesawat latih Grob G120 TPA TNI-AU. Merupakan pesawat pertama yang ia terbangkan.

Kedua, membawa pesawat KT-1 Wong Bee TNI-AU merupakan pesawat aerobatic kebanggaan TNI-AU lebih di kenal dengan JAT (Jupiter Aerobatic Teams).

“Saya sempat menggunakan pesawat ini pada saat Sekbang di fase advance (latih lanjut),” kesannya.

Ketiga ketika memakai pesawat Casa 212 Aviocar TNI-AD, di mana pesawat ini merupakan pesawat operasional TNI-AD yang sampai sekarang ia awaki.

“Pesawat casa ini merupakan pesawat yang memberikan pengalaman banyak untuk saya, mulai dari mendukung mission terjun static, free fall, angpers VIP, duklog, dll,” jelasnya.

Dari semua itu pengalaman penerbangkan pesawat.

Menurutnya, paling menarik dan berkesan ia ia berkesempatan untuk menerbangkan pesawat ke daerah pegunungan dan laut yang sangat indah.

“Pemandangan dari udara sungguh memukau dan membuat saya semakin bersyukur atas ke Agungan Allah,” imbuhnya.

Meski begitu, alumnus SMPN 1 Purwodadi ini turut memiliki pengalaman darurat ketika mengudara.

Menurutnya, pengalaman selama di udara sangat bervariasi.

Mulai dari mendapatkan kondisi cuaca yang berubah-ubah, berinteraksi dengan ATC (kontrol lalu lintas udara) maupun dengan pilot pesawat lain.

Hingga menangani situasi darurat jika diperlukan.

”Setiap penerbangan selalu memberikan tantangan dan pengalaman baru serta kondisi yang tidak selalu sama,” kesannya.

Namun, baginya kondisi paling berat ketika harus menghadapi kendala cuaca buruk.

Memaksanya untuk mengubah rencana penerbangan. Serta situasi mesin pesawat yang mengalami masalah teknis.

Dalam situasi-situasi seperti itu, pelatihan dan pengalaman yang ia miliki sangat membantunya untuk mengatasi kendala tersebut dengan baik.

Tentunya di bantu oleh rekan-rekan 1 crew, yang dalam bahasa penerbangan sering di kenal dengan Crew Resource Management (CRM).

Kini ia berpesa kepada generasi penerusnya yang memiliki cita-cita apapun itu profesinya agar disertai dengan semangat yang kuat untuk mewujudkan impian tersebut.

“Jangan pernah takut gagal dan jangan mudah menyerah untuk meraih mimpi,” harapnya. (int)

 

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #penerbangan #prajurit #TNI-AD #pesawat casa