Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Lebih Dekat Jatmiko Ari, Sosok di Balik Lukisan Pertama Ratu Kalinyamat

Moh. Nur Syahri Muharrom • Senin, 13 November 2023 | 20:56 WIB
BERSEJARAH: Jatmiko Ari di depan lukisan Ratu Kalinyamatnya ke-7 karyanya (kiri). Lukisan Ratu Kalinyamat keramas darah Aryo Penangsang dan kakinya gunakan kepala Aryo Penangsang jadi keset (kanan)
BERSEJARAH: Jatmiko Ari di depan lukisan Ratu Kalinyamatnya ke-7 karyanya (kiri). Lukisan Ratu Kalinyamat keramas darah Aryo Penangsang dan kakinya gunakan kepala Aryo Penangsang jadi keset (kanan)

 

JATMIKO Ari pertama kali melukis sosok Ratu Kalinyamat pada sekitar 1997.

Saat itu, meski nama Ratu Kalinyamat telah tenar, belum ada satupun gambar sosoknya.

Aneka lukisan terpajang di ruang tamu sebuah rumah yang berada di Kelurahan Panggang, Jepara Kota.

Mulai dari lukisan para tokoh hingga pemandangan. Tokohnya pun beragam.

Mulai dari RA Kartini hingga sosok yang baru saja dianugerahi gelar pahlawan nasional, Ratu Kalinyamat.

Lukisan sosok Ratu Kalinyamat itu, terpajang menghadap ke barat dengan ukuran panjang hampir 2 meter.

Sama seperti lukisan lain yang terpajang di rumah itu, gambarnya menyerupai foto.

”Memang saya lukis dengan gaya realis. Itu lukisan saya yang ke tujuh,” ungkap Jatmiko Ari, sang pemilik rumah sembari menceritakan tentang lukisan Ratu Kalinyamat karyanya di rumahnya itu.

Jatmiko memang seorang pelukis asli Kota Ukir. Kegemaran melukis pria kelahiran Jepara, 20 Juni 1953 itu, sudah muncul sejak ia duduk di bangku SMP.

Keaktifannya melukis kian bertambah setelah salah satu karyanya terjual dalam pameran siswa.

”Dari sana, saya memiliki keyakinan untuk hidup dari melukis,” kenang Jatmiko.

Lukisan Ratu Kalinyamat adalah di antara beberapa lukisan luar biasanya. Sejak 1997, ia telah berhasil melukis tujuh lukisan tentang Ratu Kalinyamat.

Dua buah lukisan masih tersimpan di kediamannya, satu buah terpajang di kantor Bupati Jepara, dan satu lagi tersimpan di Taman Mini Jawa Tengah.

Sedangkan tiga lainnya, ia tidak bisa memastikan keberadaannya, karena telah terjual.

Lukisan yang tersimpan di Taman Mini Jawa Tengah itulah, lukisan Ratu Kalinyamat pertamanya.

Pada sekitar 1997 silam, sosok Ratu Kalinyamat telah dikenal luas oleh masyarakat.

Namun, saat itu belum ada satupun gambar beliau.

Untuk itu, Jatmiko melakukan berbagai upaya agar bisa melukis sosok pemimpin perempuan yang pernah menyerang Purtugis itu.

Mulai dari membaca sejarah, dongeng, hingga primbon.

Dari sejarah dan dongeng itu, bisa didapatkan karakter dan wataknya.

Lalu untuk mengaplikasikan dalam bentuk lukisan, Jatmiko menggunakan primbon Jawa.

Lewat primbon itu, ia bisa mengetahui karakter dan watak sang ratu, sehingga ia bisa lukis sosoknya.

”Menggambarkan watak dan karakter itu sulit. Umumnya gestur dan wajah. Terutama pada mata itu paling sulit,” imbuh Jatmiko.

Tak sekadar meriset, dalam melukis sosok Ratu Kalinyamat, Jatmiko juga sering bermeditasi.

Bahkan, inspirasinya juga ia dapat dari merenung.

Dari ke tujuh lukisan yang ia buat, ia selalu memberi sentuhan warna merah dalam lukisan Ratu Kalinyamat.

Itu sebagai simbol bahwa sang ratu masih berdarah Tiongkok.

”Tiongkok identik dengan warna merah,” kata Jatmiko.

Meski telah membuat tujuh lukisan Ratu Kalinyamat, Jatmiko masih berkeinginan melukis lagi.

Tujuh lukisan yang telah ia buat masih ia sebut prototype. Ia masih meriset sosok keturunan Tiongkok di era saat itu.

Bagaimana untuk ia terapkan di lukisan Ratu Kalinyamat selanjutnya.

Dalam lukisan selanjutnya itu, ia bertekad melukis sosok Ratu Kalinyamat saat melakukan Tapa Wudho.

Dalam hal ini, Jatmiko melukis sang ratu bukan dalam pengertian formal dengan artian telanjang.

Melainkan sang ratu yang bertapa menanggalkan segala pakaian kerajaannya. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
#Ratu Kalinyamat #jepara #ra kartini #pelukis #jatmiko ari