RADAR KUDUS — Presenter petualangan Heru Gundul, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Si Gundul, mengalami hari yang sangat sial setelah matanya terkena semburan racun dari ular kobra saat ia sedang melakukan penyelamatan.
Kejadian berbahaya ini terjadi pada akhir Mei 2026 dan membuat presenter program Jejak Si Gundul di Trans 7 tersebut tidak dapat membuka matanya selama 18 jam akibat dampak racun yang mengenai area matanya.
Melalui akun Instagram miliknya pada Selasa, 26 Mei 2026, Heru Gundul mengunggah foto wajahnya yang menunjukkan mata yang sangat bengkak dan kemerahan karena terkena semburan langsung racun dari ular kobra yang bernama Naja.
Baca Juga: Menjelang Pernikahan, Jennifer Coppen dan Justin Hubner Foto Prewedding Pakai Baju Adat Makassar
Kondisi pembengkakan di matanya membuat Heru merasakan sakit yang cukup hebat setiap kali ia berusaha membuka mata.
Peristiwa ini terjadi ketika Heru sedang melakukan aksi penyelamatan terhadap ular kobra yang ditemukan di dekat jalan yang sering dilalui oleh warga.
Saat berusaha mengevakuasi ular tersebut dari dalam lubangnya, semburan racun mengenai wajahnya secara langsung, terutama di area matanya.
Baca Juga: Haru! Raffi Ahmad Bersyukur Bisa Cium Hajar Aswad saat Ibadah Haji
Dampak dari racun ular kobra itu menyebabkan Heru mengalami kesulitan yang sangat besar untuk membuka matanya dan selama 18 jam berikutnya tidak dapat melihat dengan baik.
Meskipun racun ular kobra berhasil diambil dari matanya, jaringan saraf pada mata tetap terpengaruh oleh racun tersebut, sehingga waktu pemulihannya menjadi cukup lama.
Untuk memastikan bahwa kondisi matanya pulih sepenuhnya, Heru bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis yang sesuai.
Presenter yang dikenal dengan program Jejak Si Gundul di Trans 7 ini merasa sangat sial karena insiden ini menimpanya dan mengatakan bahwa keapesan tidak tercantum dalam kalender.
Baca Juga: Iduladha 2026: Ayu Ting Ting Kurban 3 Sapi di Rumah
Pada Rabu, 27 Mei 2026, Heru Gundul memberikan kabar bahwa kondisi matanya mulai menunjukkan perbaikan meskipun masih dalam tahap pemulihan.
Selanjutnya, pada 28 Mei 2026, presenter tersebut melaporkan bahwa kondisinya semakin membaik meskipun matanya masih tetap bengkak.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa meski memiliki pengalaman yang luas dalam menangani reptil, aksi penyelamatan ular kobra tetap memiliki risiko tinggi yang bisa menyebabkan cedera serius seperti yang dialami oleh Heru Gundul. (*)
Editor : Anita Fitriani