RADAR KUDUS — Siva Aprilia telah melaporkan dugaan penipuan yang menggunakan namanya ke Mabes Polri, setelah merasa sangat marah karena identitasnya disalahgunakan untuk menipu beberapa orang.
Kasus ini mencuat karena cara yang digunakan pelaku dinilai telah merugikan banyak orang, khususnya para makeup artist atau MUA, dengan tawaran kerja sama yang ternyata tidak benar.
Dalam laporan tersebut, pelaku diduga menggunakan metode yang cukup terorganisir untuk meyakinkan korban.
Mereka disebut-sebut membuat grup percakapan palsu, berpura-pura menjadi bagian dari manajemen Siva Aprilia, pihak keuangan, dan bahkan mencantumkan nama sebuah klub malam besar agar terlihat lebih meyakinkan.
Baca Juga: EKLEKTIKO, Album Terbaru Isyana Sarasvati Penuh Eksplorasi dan Unik
Siva Aprilia juga menjelaskan bahwa setelah korbannya mulai percaya, pelaku meminta uang dengan dalih sebagai uang talangan untuk pembelian tiket pesawat dan hotel.
Uang tersebut dijanjikan akan dikembalikan, tetapi pada kenyataannya justru digunakan untuk menjerat korban dalam penipuan yang merugikan mereka.
Akibat cara yang digunakan, beberapa MUA dilaporkan mengalami kerugian materi yang jumlahnya berkisar antara Rp 9 juta hingga Rp 11 juta per orang.
Siva menegaskan bahwa ia tidak akan tinggal diam dan memutuskan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum agar pelaku segera ditangkap.
Baca Juga: Jelang Melahirkan Anak Pertama, Amanda Manopo Pilih Persalinan Operasi Caesar
Ia juga telah mengikuti proses Berita Acara Pemeriksaan dan memberikan barang bukti kepada pihak kepolisian, termasuk tangkapan layar percakapan dan nomor rekening yang diduga digunakan oleh pelaku.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/225/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI dan berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan identitas serta informasi elektronik.
Dalam kasus Siva Aprilia, yang menjadi sorotan bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga penyalahgunaan identitas yang dapat merusak reputasi dan berdampak lebih luas bagi banyak orang.
Selanjutnya, proses hukum akan menjadi penentu sejauh mana pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakan tersebut.
Siva Aprilia berharap agar laporan yang telah dibuat dapat segera direspons agar insiden serupa tidak kembali menimpa korban lainnya. (*)
Editor : Anita Fitriani