Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jatuh Bangun Pak Tarno: Dari Panggung TV ke Penjual Mainan Keliling

Anita Fitriani • Minggu, 12 April 2026 | 16:01 WIB
Pak Tarno jualan mainan keliling (Foto: Tangkapan layar Tiktok @GayungMartabak88)
Pak Tarno jualan mainan keliling (Foto: Tangkapan layar Tiktok @GayungMartabak88)

 

 

RADAR KUDUS — Sosok Pak Tarno yang dulu akrab di telinga penonton televisi lewat gaya sulap “prok‑prok jadi apa” kini tampil berbeda di tengah keseharian Jakarta.

Pesulap yang pernah menjadi ikon tayangan hiburan itu kini terlihat berjualan mainan keliling di kawasan Warakas dan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Di tengah keterbatasan fisik pasca stroke, ia tetap berusaha bertahan hidup dengan menjadi pedagang kecil sambil mengumpulkan biaya pengobatan.

Video dan kabar terbaru dari media yang beredar melihatkan Pak Tarno duduk di atas kursi roda. Ia terlihat menjajakan layangan, tembak‑tembakan plastik, dan aneka gantungan kunci di depan sekolah, gang pemukiman, hingga kawasan padat penduduk.

Di sampingnya, sang istri, Dewi, setia membantu mengatur dagangan dan menjaga kondisinya agar tetap stabil saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: Syifa Hadju Ajak Sahabat Terdekat Rayakan Momen Jelang Pernikahan dengan Menggelar Bridal Lunch

Perjalanan kesehatan setelah ditimpa stroke
Pak Tarno diketahui pernah mengalami stroke beberapa waktu lalu, yang menyebabkan gerak tubuhnya sangat terbatas hingga ia harus mengandalkan kursi roda.

Meski sempat menjalani perawatan medis, pemulihan kesehatannya belum sepenuhnya pulih dan ia masih membutuhkan terapi serta pengobatan lanjutan. 

Dalam beberapa kesempatan, Pak Tarno mengungkapkan bahwa ia sengaja tetap bergerak dan bekerja karena enggan hanya bergantung pada bantuan atau belas kasihan orang lain.

Ia merasa lebih tenang saat bisa berusaha sendiri, meski kelelahan sering kali menghampiri. Istri dan beberapa teman dekat terus mendampinginya, baik saat berjualan maupun saat ia sempat tampil menghibur di acara kampung.

Aktivitas harian Pak Tarno sekarang bukan lagi di panggung siaran langsung, melainkan sebagai penjual mainan kecil di jalanan. Di kawasan Tanjung Priok dan sekitar Warakas, ia dan Dewi menjajakan berbagai mainan anak yang harganya terjangkau.

Baca Juga: Mischka Aoki, Pelajar Indonesia yang Berhasil Tembus Oxford dan Stanford

Omzetnya memang tidak besar sebagian media menyebut ia hanya menerima pundi‑pundi kecil per hari, yang kemudian dibagi untuk kebutuhan makan, obat, dan biaya rumah tangga sederhana.

Bagi Pak Tarno, berjualan mainan bukan sekadar mencari rupiah, tetapi juga cara menjaga harga diri di tengah krisis hidup yang pernah ia alami.

Ia pernah dikabarkan mengalami penipuan dan persoalan finansial. Kini, dari lapak kecilnya, ia mencoba bangkit kembali dengan cara yang sangat sederhana namun penuh makna.

Meski kini lebih banyak dikenal sebagai penjual mainan keliling, hati Pak Tarno belum sepenuhnya lepas dari dunia sulap.

Baca Juga: Fajar Sadboy Alami Kecelakaan Motor Tunggal, Keluarga Syok Hingga Nyaris Pingsan

Di akhir pekan atau saat ada undangan dari acara kampung, pasar malam, atau area wisata seperti kawasan Kota Tua, ia sesekali masih tampil menghibur dengan trik sulap sederhana.

Penampilannya sudah disesuaikan dengan kondisi fisiknya, namun tetap mampu mengundang tawa dan senyum penonton. Beberapa penampilan tersebut terekam warga dan viral di media sosial, sehingga nama Pak Tarno kembali naik ke permukaan sebagai sosok pesulap veteran yang tetap berjuang meski hidupnya berada di fase yang sulit.

Kehadiran Pak Tarno yang berjualan mainan di atas kursi roda telah memancing banyak perhatian dan rasa kagum di kalangan warganet. Berbagai unggahan yang menampilkan aktivitasnya di jalanan dan di tempat pengobatan tradisional mendapat komentar penuh empati dan dukungan.

Banyak warganet menyebut bahwa perjalanan hidup Pak Tarno menjadi cerminan betapa tak terduganya kehidupan, dari masa jaya di panggung televisi hingga jatuh akibat penyakit dan penipuan, lalu perlahan bangkit kembali.

Di lapangan, tak sedikit warga dan penggemar yang membeli dagangannya, memberi sedikit tambahan uang, atau sekadar menyapa untuk memberikan semangat.

Di sisi lain, muncul harapan agar ada dukungan lebih terstruktur, baik dari komunitas seniman, lembaga sosial, maupun pihak terkait, agar Pak Tarno bisa menjalani pengobatan optimal tanpa harus terus mengandalkan usaha dagang di atas kursi roda.

Baca Juga: Azizah Salsha Maafkan Bigmo, Kasus Pencemaran Nama Baik Resmi Berakhir Damai

Pak Tarno pernah menjadi salah satu pesulap tradisional paling dikenal di Indonesia, dengan gaya khas yang mudah diingat publik. Namun, seperti banyak seniman senior lain, kariernya tidak selalu berjalan mulus.

Ia pernah mengalami masa kejayaan, lalu harus melewati masa jatuh akibat penipuan, dan kondisi kesehatan yang menurun.
Dalam keseharian saat ini, Pak Tarno menunjukkan bahwa ia tidak ingin menyerah begitu saja.

Ia memilih tetap bergerak, menjalani kehidupan sederhana, dan menjaga martabat dengan bekerja sendiri meski melalui cara yang sangat berbeda dari masa jayanya dulu.

Pilihan untuk terus berjualan mainan keliling, meski harus bertahan di atas kursi roda, menjadi bukti bahwa bagi Pak Tarno, nilai seorang pekerja dan penghibur tetap berada di setiap usahanya untuk terus hidup dan bertahan (*)

Editor : Anita Fitriani
#pak tarno #kondisi pak tarno #pak tarno pesulap #pesulap