RADAR KUDUS - Setelah mencapai kesuksesan luar biasa dengan menarik lebih dari 1,4 juta penonton di bioskop Indonesia dan memasuki pasar internasional, film horor religius Kuasa Gelap kembali dengan sekuelnya yang baru, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Film ini direncanakan tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2026, dengan proses syuting dimulai pada bulan April 2026.
Mengangkat tema konflik spiritual antara iman Katolik dan pesugihan gelap, sekuel kali ini menghadirkan cerita yang lebih dramatis dan emosional, dengan pendekatan yang realistis yang disiapkan lagi oleh sutradara Rizal Mantovani dan produser Paragon Pictures.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah melangkah lebih jauh dari pertarungan melawan roh jahat yang mengendalikan seorang gadis. Dalam sekuel yang baru ini, konflik diperluas ke dalam dunia pesugihan serta praktik spiritual gelap yang mengancam iman dari sebuah keluarga Katolik.
Film ini menunjukkan pertarungan antara kekuatan doa dan ritual kuno yang dipercayai dapat membangkitkan kekuatan setan.
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama yang kembali tampil dan beberapa yang bergabung untuk pertama kalinya.
Berikut adalah daftar pemain untuk film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah:
- Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas
- Lukman Sardi sebagai Romo Rendra
- Lydia Kandou sebagai Suster Aloysia
- Ferry Salim sebagai Halim
- Feby Febiola sebagai Linda
- Sisca Saras sebagai Suster Aloysia Muda
- Venly Arauna sebagai Daniel
- Keysha Angelica sebagai Nia
- Kiki Narendra sebagai Romo Wicaksana
- Faiz Vishal sebagai Bayu
- Pipien Putri sebagai Liliana
Standar produksi yang tinggi, dan para pemeran berpengalaman, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah diharapkan menjadi salah satu film horor religi terbaik di Indonesia pada tahun 2026.
Film ini tidak hanya akan menghadirkan ketegangan, tetapi juga mengusung pesan moral yang mengedepankan kekuatan doa dan iman dalam menghadapi sisi gelap.
Penonton dapat menantikan kelanjutan cerita ini yang direncanakan akan tayang di bioskop Indonesia tahun ini dengan harapan untuk mengulang dan melebihi kesuksesan film yang pertama. (An)
Editor : Anita Fitriani