RADAR KUDUS – Industri hiburan Korea Selatan kembali diguncang oleh fenomena kaburnya batasan antara fiksi dan realitas di mata netizen.
Aktor Park Seoham, yang tengah naik daun, kini harus menghadapi gelombang komentar negatif yang membanjiri akun media sosial pribadinya.
Ironisnya, serangan digital ini dipicu oleh akting memukaunya sebagai second lead dalam drama terbaru bertajuk "Our Universe".
Dalam drama yang tengah naik daun tersebut, Park Seoham memerankan karakter pendukung utama yang terjebak dalam konflik emosional berlapis dengan karakter utama.
Namun, intensitas aktingnya yang berhasil membangkitkan emosi penonton justru berujung bumerang bagi sang aktor di dunia nyata.
Sejak penayangan episode terbaru "Our Universe", kolom komentar di akun Instagram pribadi Park Seoham mendadak berubah menjadi medan pertempuran verbal.
Sebagian warganet yang tampaknya terlalu terbawa oleh alur cerita, melontarkan kritik pedas yang tidak lagi berfokus pada kualitas akting, melainkan menjurus pada serangan personal dan kata-kata kebencian (hate speech)
Fenomena ini menunjukkan sisi gelap dari keterikatan emosional penonton terhadap sebuah narasi.
Beberapa netizen mengaku merasa "geram" dengan tindakan karakter yang dimainkan Seoham, namun alih-alih mengekspresikannya sebagai ulasan drama, mereka justru menyerang individu di balik karakter tersebut.
"Sangat disayangkan melihat bagaimana sebuah karya seni justru dibalas dengan caci maki personal. Ini adalah bukti bahwa literasi digital sebagian penonton kita masih perlu ditingkatkan," ungkap salah satu pengamat budaya pop di media sosial X.
Melihat sang idola menjadi sasaran perundungan digital, para penggemar setia Park Seoham tidak tinggal diam.
Mereka segera meluncurkan aksi balasan dengan memenuhi kolom komentar menggunakan pesan-pesan dukungan dan tagar positif untuk menenggelamkan komentar jahat.
Para penggemar mengingatkan publik bahwa keberhasilan seorang aktor dalam membuat penonton merasa kesal atau benci adalah bukti dari kualitas akting yang mumpuni, bukan alasan untuk melakukan perundungan.
Poin Pembelaan Penggemar:
- Profesionalisme: Park Seoham telah bekerja keras mendalami karakter yang kompleks demi kesuksesan produksi drama.
- Batas Fiksi dan Realita: Karakter dalam "Our Universe" hanyalah naskah, sementara Park Seoham adalah manusia yang memiliki perasaan.
- Etika Berkomentar: Kritik konstruktif terhadap alur cerita sah-sah saja, namun penghinaan personal adalah bentuk pelanggaran etika digital.
Kasus yang menimpa Park Seoham ini menambah panjang daftar aktor Korea yang menjadi korban dari keberhasilan peran mereka sendiri.
Sebelumnya, beberapa aktor ternama juga pernah mengalami hal serupa saat memerankan karakter pelakor atau antagonis yang manipulatif.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para penikmat drama di seluruh dunia untuk lebih bijak dalam membedakan antara sosok aktor dan karakter yang mereka perankan.
Menghargai kerja keras insan kreatif dengan memberikan kritik yang sehat dan berbasis data adalah langkah awal menuju ekosistem hiburan yang lebih sehat. (*)
Editor : Ali Mustofa