Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Suzzanna 3 Hadirkan Wajah Manusia di Balik Legenda Horor

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 27 Januari 2026 | 09:41 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS - Soraya Intercine Films kembali melanjutkan waralaba Suzzanna lewat film ketiga berjudul “Suzzanna: Santet, Dosa Di Atas Dosa”.

Berbeda dari dua film sebelumnya, karya terbaru ini menghadirkan sosok Suzzanna sebagai manusia sepenuhnya, bukan figur arwah bernama Suketi yang selama ini identik dengan kisah horor legendaris.

Pendekatan ini mendapat apresiasi dari Reza Rahadian yang terlibat sebagai pemeran utama.

 

Baca Juga: Film Religi “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” Hadir di Bioskop 29 Januari 2026

Ia menilai langkah Soraya Intercine Films sebagai keputusan berani karena mengangkat nama asli Suzzanna Martha Frederika van Osch sebagai kekayaan intelektual besar perfilman nasional.

Menurut Reza, judul dan konsep film ini mencerminkan upaya rumah produksi dalam menjaga konsistensi cerita sekaligus membawa warisan Suzzanna ke tingkat yang lebih matang.

Skala produksi yang besar serta kesinambungan narasi menjadi alasan utama dirinya kembali bekerja sama dengan Soraya setelah lebih dari satu dekade.

Ia terakhir terlibat dalam proyek Soraya pada film “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” tahun 2013.

Dalam film Suzzanna terbaru, Reza tertarik pada isu perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas, tanpa meninggalkan akar cerita film klasik “Santet” (1988).

 

Baca Juga: Edwin Boyong Film Terbaru ke Berlin: “Monster Pabrik Rambut” Tayang di Special Midnight

Reza memandang karakter Suzzanna dikembangkan sebagai sosok manusia yang terluka secara batin.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui diskusi intensif bersama sutradara Azhar Kinoi Lubis, yang membuka ruang bagi para aktor untuk berkontribusi secara kreatif agar emosi setiap adegan terasa lebih nyata.

Luna Maya, yang kembali memerankan Suzzanna, menyebut karakter kali ini benar-benar berbeda.

Ia tampil sebagai manusia dari awal hingga akhir cerita, tanpa transformasi menjadi sosok hantu seperti dalam film “Bernapas dalam Kubur” (2018) maupun “Malam Jumat Kliwon” (2023).

Untuk mendalami peran tersebut, Luna menjalani pelatihan khusus guna meniru gaya bicara dan intonasi suara mendiang Suzzanna.

Baca Juga: Di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia, Shalat Menjadi Penyangga Iman

Upaya ini dilakukan agar penonton merasa seolah melihat sosok asli sang legenda, baik dalam cuplikan maupun saat film diputar di bioskop.

Produser Sunil Soraya mendukung total transformasi tersebut dengan menghadirkan tim tata rias profesional dari Bali dan Belgia.

Metode rias prostetik terbaru menuntut Luna menjaga kestabilan berat badan demi mempertahankan bentuk riasan yang konsisten.

Selain itu, teknologi CGI digunakan pada tahap pascaproduksi untuk menyempurnakan detail wajah, seperti struktur alis, agar semakin menyerupai Suzzanna versi asli.

Tak hanya mengandalkan teknologi, tim produksi juga membangun set rumah bergaya era 1980-an di Pangandaran serta menggunakan efek praktis untuk adegan ledakan dan pembakaran rumah.

Pendekatan ini dipilih demi menjaga standar produksi film Suzzanna di masa lalu.

Reza mengungkapkan bahwa adegan ledakan dilakukan secara nyata di lokasi syuting, sehingga memunculkan reaksi spontan yang tidak dibuat-buat dari para pemain.

Selain Reza Rahadian dan Luna Maya, film ini turut dibintangi Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, dan Aziz Gagap.

Naskahnya sendiri telah dikembangkan sejak 2016 dan dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada Lebaran 2026, tepatnya 18 Maret.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#Dosa di Atas Dosa #Suzzanna 3 #film horor indonesia #luna maya #reza rahadian