RADAR KUDUS - Aktor Bryan Domani mengungkapkan ketertarikannya membintangi film Patah Hati yang Kupilih karena mengangkat isu sensitif namun dekat dengan realitas masyarakat Indonesia, yakni hubungan asmara dengan latar perbedaan agama.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (18/12), Bryan menyebut bahwa konflik keyakinan menjadi fondasi utama cerita yang membuatnya tertantang untuk terlibat dalam proyek tersebut.
Menurutnya, perbedaan nilai hidup yang dihadapi tokoh utama menjadi pintu masuk menuju konflik emosional yang lebih dalam.
Bryan memerankan karakter Ben, sosok pria yang menjalin hubungan cinta lintas agama.
Ia mengakui bahwa karakter tersebut memiliki latar belakang kehidupan yang jauh berbeda dengan dirinya.
Meski biasanya selalu menemukan sedikit kesamaan dengan peran-peran sebelumnya, kali ini justru perbedaan itulah yang menjadi daya tarik tersendiri.
Ia menjelaskan bahwa tantangan dalam hubungan tidak semata-mata soal keyakinan.
Faktor lain seperti cara pandang hidup, pola asuh keluarga, hingga kondisi ekonomi turut memberi tekanan dalam sebuah hubungan.
Hal itu tercermin dalam perjalanan karakter Ben yang awalnya cenderung egois, namun perlahan belajar memahami arti tanggung jawab dan dampak keputusan pribadi terhadap orang-orang di sekitarnya.
“Di Indonesia, pernikahan bukan hanya soal dua orang, tapi juga keluarga. Banyak nilai yang harus dipelajari,” ujar Bryan menambahkan.
Film Patah Hati yang Kupilih mengisahkan Alya dan Ben, sepasang mantan kekasih yang harus menghadapi konsekuensi besar dari hubungan mereka, termasuk kehadiran seorang anak di tengah perbedaan keyakinan yang tak terjembatani. Alya diperankan oleh Prilly Latuconsina.
Selain Bryan dan Prilly, film ini juga dibintangi oleh Humaira Jahra, Indian Akbar, Marissa Anita, Rowiena Umboh, Halda Rianta, Nike Putra, serta Willem Bevers.
Diproduksi oleh Sinemaku Pictures, film bergenre drama romantis ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 Desember 2025.(laura)
Editor : Ali Mustofa