RADAR KUDUS - Sinemaku Pictures kembali menghadirkan sebuah film drama emosional bertajuk Patah Hati yang Kupilih, yang siap tayang di bioskop pada 24 Desember 2025.
Mengangkat isu sensitif mengenai hubungan lintas keyakinan, film ini diharapkan bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga membuka ruang dialog tentang cinta yang terbentur perbedaan budaya dan agama.
Prilly Latuconsina berperan sebagai Alya, sementara Bryan Domani memerankan Ben.
Mereka didampingi sederet aktor lain seperti Humaira Jahra, Indian Akbar, Marissa Anita, Rowiena Umboh, dan Willem Bevers, yang masing-masing memiliki peran penting dalam membangun dinamika cerita.
Baca Juga: Sinopsis & Cast Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Sekuel Horor-Komedi yang Ditunggu
Sinopsis Patah Hati yang Kupilih
Kisahnya berfokus pada Alya dan Ben, dua insan yang saling mencintai namun harus menghadapi kenyataan pahit: mereka berasal dari keyakinan berbeda.
Perbedaan itu seiring waktu memicu konflik batin, gesekan emosional, hingga tekanan sosial dari lingkungan yang mempertanyakan hubungan mereka.
Hubungan keduanya semakin sulit ketika perbedaan nilai dan tradisi keluarga mulai menyeruak ke permukaan.
Film ini menyoroti bagaimana cinta yang besar bisa bertemu dengan tembok tinggi bernama prinsip dan kepercayaan.
Dalam trailer yang telah dirilis, terlihat ketegangan ketika Ben meminta Alya membaca doa sesuai agamanya.
Baca Juga: Sinopsis Wicked: For Good: Rekonsiliasi Glinda dan Elphaba dalam Kisah yang Penuh Luka dan Harapan
Sebaliknya, Alya juga meminta Ben melafalkan dua kalimat syahadat—adegan yang memperjelas batas keyakinan yang memisahkan keduanya.
Konflik keyakinan tersebut memperuncing dilema tokoh utama, menciptakan tensi yang mengajak penonton merasakan beratnya pertarungan antara cinta dan keyakinan pribadi.
Tak hanya soal perbedaan agama, penolakan keluarga Ben turut memperberat jalan cerita.
Ketidaksepakatan orang tua Ben menambah lapisan konflik yang membuat hubungan ini semakin rapuh.
Melalui kisah ini, film Patah Hati yang Kupilih mengajak penonton merenungkan arti cinta, keberanian, serta pengorbanan yang sering kali harus dihadapi pasangan dalam lingkungan sosial yang ketat terhadap norma.(laura)
Editor : Ali Mustofa