Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sony Bikin Gebrakan: Labubu Si Boneka Viral Siap Lompat ke Layar Lebar!

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 16 November 2025 | 16:09 WIB

Boneka Labubu yang viral. Foto: Twitter/X @hitachew
Boneka Labubu yang viral. Foto: Twitter/X @hitachew

RADAR KUDUS - Demam Labubu belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Karakter mungil dengan wajah imut-misterius ini tiba-tiba menyapu lini masa global, membuat para kolektor rela berburu hingga harga melambung tak masuk akal.

Di tengah puncak popularitas inilah Sony Pictures mengambil langkah besar: mengamankan hak layar Labubu dan mulai mengembangkan film layar lebar yang digadang-gadang bisa membuka jalan menuju franchise baru.

Langkah Sony ini bukan sekadar mengikuti tren, tapi menjadi taruhan besar terhadap kekuatan budaya pop masa kini—di mana sebuah figur kecil dari blind-box bisa menjelma menjadi raksasa industri hiburan.

Baca Juga: Harapan Baru Directioners: Zayn Malik Kembali Masuk Manajemen, Apa Artinya?

Akuisisi Hak: Sinyal Sony untuk Membangun Semesta Labubu

Dilansir Variety, Sony sudah resmi mengakuisisi hak adaptasi Labubu dari Pop Mart, sang pemilik IP. Dengan kesepakatan itu, Sony kini memegang kendali penuh untuk membawa karakter asal Tiongkok ini ke layar lebar—dan mungkin, suatu hari, ke jagat franchise besar seperti Minions atau Trolls.

Namun, proyek ini masih dalam tahap paling awal. Belum ada aktor, sutradara, penulis, atau produser yang diumumkan. Sony juga masih menutup rapat bocoran apa pun—seolah membangun antisipasi sebelum membuka lebih banyak detil.

Meski begitu, keputusan akuisisi saja sudah cukup membuat penggemar dan kolektor girang sekaligus was-was: akankah Labubu berhasil diadaptasi tanpa kehilangan pesona uniknya?

Dari Komunitas Kecil ke Gelombang Global

Padahal, Labubu bukan nama baru. Boneka ini pertama kali diluncurkan pada 2015. Namun popularitasnya meroket hanya dalam beberapa bulan terakhir, menyusul naiknya komunitas kolektor yang semakin masif.

Format blind-box—di mana pembeli baru tahu karakter apa yang didapat setelah kotak dibuka—menjadi pemicu ketertarikan publik.

Rasa penasaran, unsur kejutan, serta peluang mendapatkan variasi langka membuat Labubu semakin diburu.

Tren itu diperkuat kehadiran selebritas dan idol K-pop yang ikut mengoleksi dan memamerkannya. Efek domino pun terjadi: semakin sering muncul di media sosial, semakin tinggi minat publik, dan semakin liar harga di pasar sekunder.

Baca Juga: Fakta Sebenarnya di Balik Hoaks Kenaikan Gaji PNS dan Pensiunan 2025

Potensi Waralaba: Sony Melihat Peluang Besar

Dengan basis penggemar yang luar biasa aktif, Sony melihat Labubu sebagai peluang emas. Pasar global terbukti menyukai karakter yang lucu, unik, dan mudah dipasarkan.

Jika proyek film ini berhasil, Labubu bisa menjadi IP besar berikutnya—lengkap dengan sekuel, spin-off, hingga lini merchandise baru yang memungkinkan.

Namun keberhasilan ini tidak instan. Proses pengembangan film animasi atau hybrid visual seperti ini bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Karena itu, keberanian Sony mengambil langkah sekarang menandakan keyakinan bahwa demam Labubu bukan tren sesaat.

Bisakah Sony Menjaga “Roh” Labubu?

Meski begitu, adaptasi karakter koleksi ke layar lebar bukan tanpa risiko. Banyak tokoh populer yang kehilangan daya tarik ketika diangkat ke film karena kehilangan nuansa originalnya.

Penggemar Labubu ingin versi layar lebar tetap mempertahankan sisi misterius, nakal, unik, dan tak terduga—karakter yang selama ini membuatnya begitu dicintai.

Jika Sony mampu menangkap esensi itu dan mengemasnya dalam cerita yang solid, Labubu berpotensi menjadi kejutan besar berikutnya dalam industri film global.

Era Baru Labubu Dimulai

Dengan diakuisisinya hak layar oleh Sony, perjalanan Labubu memasuki babak baru. Dari fenomena blind-box menjadi calon bintang film, karakter ini siap menapaki panggung lebih besar.

Kini dunia menunggu langkah lanjut Sony—dan apakah Labubu bisa benar-benar menjelma menjadi ikon pop culture generasi baru.

Editor : Mahendra Aditya
#labubu doll #Labubu #Film Labubu #Sony Pictures