KUDUS - Film terbaru The Hunger Games yang berjudul “The Ballad of Songbirds and Snakes” dijadwalkan tayang pada November 2023 ini dan dapat disaksikan di bioskop Indonesia. Masih sama seperti film yang terdahulunya, The Ballad of Songbirds and Snakes juga diangkat berdasarkan novel Suzanne Collins (2019).
Supaya tidak bingung saat menonton filmnya, sebaiknya simak siapa saja pemeran serta sinopsis dan fakta menarik dari film Hunger Games The Ballad of Songbirds and Snakes.
Pemeran Hunger Games : The Ballad of Songbirds and Snakes
Pemeran pada film ini antara lain yaitu ada Rachel Zegler sebagai Lucy Gray Baird, Tom Blyth sebagai Coriolanus Snow, Josh Andres Rivera sebagai Sejanus Plinth, Hunter Schafer berperan sebagai Tigris Snow, Peter Dinklage berperan sebagai Casca Highbottom, dan Jason Schwartzman berperan sebagai Lucretius “Lucky” Flickerman.
Selain itu, juga masih terdapat berbagai pemeran lainnya yang turut meramaikan film ini, antara lain ada aktor Viola Davis, Ashley Liao, Ayomide Adegun, Burn Gorman, George Somner, Max Raphael, Isobel Jesper Jones, Luna Kuse, Lilly Cooper, Zoe Renee, Flora Thiemann, dan lain sebagainya.
Sinopsis Hunger Games : The Ballad of Songbirds and Snakes
Film ini berlatar puluhan tahun sebelum Coriolanus Snow menjadi seorang presiden Panem. Menceritakan saat Coriolanus masih berusia 18 tahun.
Ia adalah anak dari keluarga snow yang sangat terhormat, dan ia berharap bisa melanjutkan warisan keluarganya dengan cara menjadi mentor di Hunger Games ke-10.
Akan tetapi, Snow yang begitu ambisius dan juga berjiwa kompetitif, diturunkan menjadi seorang mentor Lucy Gray Baird. Lucy Gray Baird merupakan seorang gadis muda yang berasal dari distrik 12 yang kurang mampu.
Pada awalnya, Snow tidak menyukai Lucy, tetapi ia mulai berubah pikiran saat ia sadar bahwa gadis tersebut memiliki bakat dan kecerdasan. Snow dan Lucy Gray akhirnya bekerja sama untuk mempersiapkan Hunger Games.
Mereka berlatih sangat keras serta menyusun strategi untuk dapat memenangkan permainan tersebut. Namun, mereka juga harus menghadapi persaingan ketat dari para mentor dan juga para peserta lainnya.
Di tengah-tengah persiapan Hunger Games, Snow mulai semakin menyukai Lucy Gray. Ia menyadari bahwa ia tidak ingin Lucy Gray tersebut terluka. Namun ia harus melakukan apa saja untuk bisa memenangkan permainan tersebut.
Hunger Games : The Ballad of Songbirds and Snake ini merupakan kisah tentang suatu ambisi, cinta, dan juga tentang pengkhianatan. Film ini akan dapat memberikan suatu wawasan baru tentang karakter dari Coriolanus Snow dan perjalanan tentang bagaimana ia berubah menjadi seorang presiden yang kejam dan haus akan kekuasaan.
Fakta Menarik Hunger Games : The Ballad of Songbirds and Snakes
1. Mengambil Latar Waktu Saat Hunger Games ke-10
Film Hunger Games : The Ballad of Songbirds and Snakes mengambil latar 64 tahun sebelum diselenggarakannya Hunger Games yang ke-74. Itu berarti, latar waktu film ini berlangsung pada saat penyelenggaraan Hunger Games yang ke-10.
Walaupun berbeda latar waktu hingga 10 tahun, kronologi film ini mirip seperti film pertama The Hunger Games. Jika pada trilogy Hunger Games, pemeran utamanya adalah Katnis Everdeen yang berperan sebagai seorang tribute perempuan asal District 12, pada prekuel kali ini fokus utamanya adalah Lucy Gray, seorang gadis muda yang juga asal District 12.
Karena pada masa itu teknologinya belum maju, penyelenggaraan Hunger Games pada prekuel ini akan terlihat lebih konservatif.
2. Mengungkap Asal-Usul Tradisi Hunger Games
Selain itu, film ini akan mengungkap seperti apa asal-usul tradisi permainan sadis yang berjudul Hunger Games. Lalu, juga akan mengulas arti elemen simbolis pada Hunger Games, yaitu seperti burung Mockingjay, dan bunga mawar putih milik Presiden Snow.
3. Mengungkap Masa Lalu Presiden Snow
Seperti yang diketahui pada poin sebelumnya, bahwa prekuel ini mengisahkan perjalanan Coriolanus Snow yang masih muda, dan menjadi seorang mentor bagi Lucy Gray, seorang asal District 12.
Mereka sempat menyukai satu sama lain dan tentunya hal ini sangat mengejutkan. Karena presiden Snow terkenal sebagai seorang antagonis yang anti dengan warga District, bahkan ia cenderung kejam.
4. Melengkapi Rangkaian Cerita Sebelumnya
Prekuel ini juga akan mengisi plot hole dari cerita yang sebelumnya. Plot hole sendiri adalah suatu fenomena yang sebab akibatnya masih tergolong sama-samar.
Contohnya yaitu tentang mengapa kepala pengawas permainan Plutarch Heavensbee membelot Capitol serta mengapa Presiden Snow tumbuh menjadi seseorang yang kejam. Penonton juga akan dikenalkan pada masa lalu Caesar Flickerman, seorang pembawa acara Hunger Games.
Walaupun mengambil latar 64 tahun yang lalu, penonton akan diajak untuk me-refresh atau menyegarkan memori. (sal)
Editor : Kholid Hazmi