IHSG Merosot Hampir 2 Persen, BUMI dan BBCA Masuk Daftar Saham yang Dilepas Asing

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 15:49 WIB
Ilustrasi IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Investor Asing Ramai-Ramai Lepas 10 Saham Ini.
Ilustrasi IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Investor Asing Ramai-Ramai Lepas 10 Saham Ini.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan sesi pertama, Senin (12/10/2026). Setelah sempat dibuka di zona hijau, indeks berbalik arah hingga terkoreksi hampir 2 persen seiring aksi jual bersih investor asing di pasar saham Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 12.00 WIB, IHSG berada di level 5.975,78 atau turun 61,44 poin setara 1,93 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Indeks bahkan sempat menyentuh level terendah 5.971,41, yang mencerminkan penurunan sekitar 2 persen.

Mengutip data Stockbit, investor asing membukukan jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp166,22 miliar di seluruh pasar pada sesi pertama. Nilai pembelian asing tercatat Rp1,58 triliun, sedangkan nilai penjualannya mencapai Rp1,75 triliun.

Aksi jual asing paling besar terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan nilai jual bersih mencapai Rp44,40 miliar dan volume penjualan 251,49 juta saham.

Di posisi berikutnya, investor asing melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp38,65 miliar. Saham PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) menyusul dengan net sell Rp23,93 miliar, diikuti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp19,34 miliar dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp15,94 miliar.

Tekanan jual juga menyasar sejumlah saham lain. Investor asing mencatatkan penjualan bersih saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sebesar Rp14,56 miliar dan PT Indosat Tbk (ISAT) Rp14,52 miliar.

Selanjutnya, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dilepas asing dengan nilai Rp14,11 miliar. Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatatkan net sell Rp14,08 miliar, sedangkan PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebesar Rp13,30 miliar.

Meski IHSG mengalami tekanan dan investor asing membukukan jual bersih, sejumlah saham justru tetap menarik minat pembelian dari investor luar negeri.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada sesi pertama. Nilai net foreign buy GOTO mencapai Rp133,02 miliar dengan volume pembelian 4,76 miliar saham.

Saham PT Astra International Tbk (ASII) menempati urutan berikutnya dengan pembelian bersih asing sebesar Rp48,53 miliar. Setelah itu, investor asing mengoleksi saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) senilai Rp12,35 miliar.

Pembelian bersih juga tercatat pada saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) sebesar Rp11,78 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) Rp9,97 miliar.

Daftar saham yang masih diborong investor asing berlanjut pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai Rp8,86 miliar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp8,30 miliar, serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp5,95 miliar.

Dua saham lain yang masuk daftar pembelian bersih asing adalah PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar Rp5,66 miliar dan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) senilai Rp5,01 miliar.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa di tengah pelemahan IHSG, aliran dana asing tidak sepenuhnya bergerak ke satu arah. Sejumlah saham mengalami tekanan jual, sementara saham lainnya masih mencatatkan akumulasi pembelian bersih pada perdagangan sesi pertama.

Data tersebut merupakan gambaran transaksi hingga tengah hari dan belum mencerminkan keseluruhan aktivitas perdagangan pada penutupan pasar.

Editor : Mahendra Aditya
saham GOTO saham dijual asing net foreign sell saham BUMI ihsg hari ini