Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rupiah Tembus Rp17.200: Harga Smartphone dan Laptop Bersiap Naik Mulai Pekan Ini

Ghina Nailal Husna • Senin, 27 April 2026 | 21:35 WIB
Rupiah Tembus Rp17.200: Harga Smartphone dan Laptop Bersiap Naik Mulai Pekan Ini
Rupiah Tembus Rp17.200: Harga Smartphone dan Laptop Bersiap Naik Mulai Pekan Ini

 

RADAR KUDUS – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kian mendalam mulai menebar ancaman nyata bagi sektor ritel elektronik di tanah air.

Berdasarkan pantauan pasar pada akhir April 2026, rupiah telah menyentuh level psikologis Rp17.200 per dolar AS. 

Kondisi ini diperkirakan akan memicu gelombang kenaikan harga perangkat teknologi, terutama smartphone dan laptop, yang diprediksi mulai terjadi pada pekan-pekan ini.

Baca Juga: Jaga Kualitas Gizi, 1.700 Satuan Pelayanan MBG Disuspensi Akibat Manipulasi Porsi Lauk

Pergerakan mata uang Garuda sepanjang bulan April ini terpantau sangat fluktuatif dengan kecenderungan melemah yang konsisten.

Membuka bulan di kisaran Rp17.040, rupiah terus mendapatkan tekanan eksternal hingga sempat terperosok mendekati angka Rp17.200.

Kondisi ini membuat pasar elektronik berada dalam posisi yang sangat sensitif. Mengingat sebagian besar komponen inti—seperti chipset, panel layar, hingga memori—masih didatangkan melalui jalur impor dengan transaksi menggunakan dolar AS, pelemahan kurs secara otomatis membengkakkan biaya pokok produksi dan distribusi.

Kenaikan harga barang elektronik biasanya tidak terjadi secara instan di seluruh etalase toko. Hal ini disebabkan oleh adanya mekanisme stok lama yang masih menggunakan harga kulakan lama. Namun, ruang napas bagi konsumen ini diperkirakan tidak akan bertahan lama.

Seorang pengamat pasar, Heru, menjelaskan bahwa penyesuaian harga akan terjadi seiring dengan datangnya unit baru atau saat distributor melakukan pengisian kembali stok (restock). 

"Dampak pelemahan rupiah biasanya memiliki jeda. Stok lama mungkin masih dijual dengan harga normal, namun saat barang baru masuk dengan kurs terbaru, kenaikan harga sulit dihindari dan akan langsung diteruskan ke konsumen," jelas Heru.

Kekhawatiran tidak berhenti pada gawai saja. Sektor elektronik rumah tangga dan perangkat pendukung kerja lainnya diprediksi akan menyusul jika nilai tukar rupiah tidak segera stabil.

Para pelaku usaha kini mulai menghitung ulang margin keuntungan mereka agar tetap bisa bertahan di tengah daya beli masyarakat yang juga berpotensi terdampak inflasi.

Baca Juga: Prestasi Ganda di Hari Otonomi Daerah, Semarang Masuk 10 Besar Kota Berkinerja Tinggi

Selama ketergantungan industri manufaktur Indonesia terhadap komponen impor masih besar, fluktuasi kurs akan terus menjadi variabel penentu harga jual di tangan masyarakat.

Para analis menyarankan konsumen yang memiliki rencana pembelian mendesak untuk segera melakukan transaksi sebelum penyesuaian harga baru diberlakukan secara merata oleh para vendor besar di awal Mei mendatang. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Harga Laptop #Harga Smartphone #Inflasi Elektronik #Dolar AS #kurs rupiah