Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Strategi Adaptasi Usaha di Tengah Kanaikan Harga Bahan Baku

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 19 November 2025 | 16:28 WIB
Ulva Rizky Mulyani, S.E., M.Ak.; Dosen Akuntansi FEB UMK
Ulva Rizky Mulyani, S.E., M.Ak.; Dosen Akuntansi FEB UMK

 

Pertanyaan:

Saya mempunyai usaha membuat rengginang, usaha saya masih tergilong kecil menengah, Bagaimana cara saya untuk beradaptasi di tengah kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional?-Tini Kudus

Jawaban:

Dalam menghadapi kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional, pelaku usaha kecil menengah seperti usaha rengginang perlu menerapkan strategi adaptif agar tetap bertahan dan tumbuh.

Langkah pertama adalah melakukan efisiensi biaya produksi.

Coba identifikasi bagian proses yang masih bisa dihemat tanpa mengurangi kualitas produk, misalnya mengatur ulang jadwal produksi untuk menghemat energi, membeli bahan baku dalam jumlah lebih besar untuk mendapatkan harga grosir, atau bekerja sama dengan pemasok lokal agar biaya distribusi lebih rendah.

Selanjutnya, penting untuk meninjau ulang harga jual produk dengan hati-hati.

Jangan langsung menaikkan harga secara drastis, tetapi lakukan penyesuaian bertahap sambil menambah nilai produk, seperti memperbaiki kemasan, menonjolkan ciri khas rasa, atau membuat variasi ukuran kemasan agar tetap terjangkau oleh konsumen.

Dengan begitu, konsumen tetap merasa mendapat nilai sepadan meski harga sedikit naik.

Selain itu, diversifikasi produk bisa menjadi solusi. Misalnya, selain rengginang original, ciptakan varian rasa seperti balado, keju, atau rumput laut untuk menarik pasar baru.

Upaya ini membantu meningkatkan penjualan meski margin per produk sedikit menurun.

Pemanfaatan media digital juga penting untuk menekan biaya pemasaran.

Gunakan media sosial untuk promosi gratis, bekerja sama dengan reseller atau influencer lokal, dan jual melalui marketplace agar jangkauan pasar lebih luas tanpa perlu membuka banyak gerai fisik.

Terakhir, jaga hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok.

Pemasok yang percaya pada kelangsungan usaha Anda cenderung memberi kelonggaran pembayaran, sedangkan pelanggan loyal akan tetap membeli meski harga naik.

Dengan kombinasi efisiensi, inovasi, dan pengelolaan relasi yang baik, usaha rengginang Anda dapat tetap bertahan bahkan di tengah tekanan biaya yang meningkat. (*)

 

Oleh: Ulva Rizky Mulyani, S.E., M.Ak (Dosen Prodi Akuntansi FEB UMK)

Editor : Ali Mustofa
#harga #bahan baku #konsumen #Strategi Adaptif #UMK #Ulva Rizky Mulyani #biaya produksi #usaha #inovasi