JEPARA – Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangkit Tanjung Jati B (PLN UIK TJB) menunjukkan langkah konkret dalam mendukung transformasi digital dan memperkuat kontribusi BUMN untuk negeri.
Bertempat di Ruang Rapat Kartini, Gedung Utama PLN UIK Tanjung Jati B, kegiatan Go Live Aplikasi Quick Win 2 resmi digelar sebagai bagian dari implementasi program Digital Power Plant menuju Digital Twin di PLTU Tanjung Jati B, dimana sebelumnya Go Live Quick Win 1 telah diluncurkan pada 23 Oktober 2024.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 22 Mei 2025 ini merupakan bagian dari roadmap transformasi tahap dua PLN melalui inisiatif “Digital Moonshot”.
Quick Win 2 sendiri meliputi peluncuran tiga aplikasi unggulan yaitu Reliability Predicts, iPFI, dan Risk Matrix, yang dikembangkan guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan unit pembangkitan berbasis data historis dan artificial intelligence.
Acara dibuka oleh General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Dony Ocniza, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan inisiatif transformasi digital ini.
Dalam sambutannya, Dony menegaskan bahwa Go Live Quick Win 2 ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengubah sistem kerja konvensional berbasis pengalaman (expert judgement) menjadi sistem berbasis analitik data yang akurat.
“Digital Twin bukan sekadar sistem teknologi, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja di lingkungan pembangkitan. Kami berharap, dengan kehadiran aplikasi-aplikasi ini, proses pemeliharaan, efisiensi operasi, dan pengambilan keputusan strategis akan lebih tajam, terukur, dan memberikan nilai tambah nyata bagi perusahaan,” ujar Dony.
Selanjutnya, Vice President Engineering Pembangkitan PT PLN (Persero), Aan Ridhoana Fitriaji, yang mewakili EVP Perencanaan Strategis Pembangkitan.
Aan menyampaikan bahwa dari total 9 aplikasi yang direncanakan dalam program Digital Twin, hingga kini telah berhasil diselesaikan 4 aplikasi yang mewakili 16 fungsi utama.
“Penerapan Digital Twin merupakan kolaborasi lintas entitas antara Direktorat Manajemen Pembangkitan, PLN UIK Tanjung Jati B, PLN Icon Plus, MDG STI, dan mitra strategis lainnya. Kami berharap transformasi ini dapat menjadi role model dan nantinya diimplementasikan secara luas di subholding pembangkitan lainnya seperti PLN NP dan PLN IP,” jelas Aan.
Selain peresmian, acara ini juga menghadirkan demo live aplikasi oleh para narasumber teknis, yaitu:
• Nian Aditya Putra Wiguna (Reliability Predicts),
• Laurentius Tirta Aji (iPFI),
• Reza Firdian Mardiansyah (Risk Matrix), yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif.
Transformasi digital melalui Digital Twin diproyeksikan rampung secara bertahap hingga Januari 2026, mencakup 9 aplikasi utama yang dibagi dalam empat tahapan Quick Win.
Quick Win 2 ini juga sekaligus menjadi bagian dari persiapan strategis menjelang outage unit 3 PLTU Tanjung Jati B pada Oktober 2025.
Bila semua tahapan Quick Win 1-4 telah dilalui dan aplikasi bisa dijalankan secara utuh, maka akan bisa memberikan kemanfaatan yang lebih besar.
16 fungsi nanti akan didapatkan dan ke depan pada saat melakukan pemeliharaan, program-program efisiensi, ataupun pada saat usulan anggaran, akan lebih mudah untuk menentukan prioritas.
Baik dari sisi unit maupun dari sisi holding akan sama-sama memiliki kemudahan. Karena aplikasi ini dibentuk bukan hanya untuk operasional tapi untuk keperluan manajemen yang di kantor Pusat.
Program ini menjadi salah satu perwujudan nyata peran BUMN dalam menjawab tantangan zaman sekaligus memperingati nilai-nilai luhur Pancasila.
Dengan semangat gotong royong, kolaborasi, dan inovasi, PLN terus memperkuat komitmen dalam menyediakan layanan ketenagalistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)
Editor : Ali Mustofa