KUDUS – Dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Grobogan, Achmad Haryono, mempunyai pengalaman merasakan sakit luar biasa baru-baru ini.
Ketika Haryono hendak berangkat kerja, dirinya merasakan nyeri di bagian dadanya. Dari pihak keluarga langsung membawanya ke UGD Rumah Sakit Islam (RSI) Purwodadi Kabupaten Grobogan.
Setelah dilakukan pemeriksaan dirinya dinyatakan dalam kondisi gawat darurat terkena serangan jantung dan langsung dipindah diruangan ICU.
“Saya tanggal 19 November kemarin diberi cobaan terkena serangan jantung, waktu mau berangkat ke kantor, saya tiba-tiba merasakan sakit luar biasa dibagian dada, saya langsung dibawa anak saya ke RSI Purwodadi. Disana saya dinyataakan terkena penyakit jantung dan segera dipindahkan ke ruangan ICU,” kata Haryono.
Setelah mendapatkan pelayanan selama dua hari di ruangan ICU RSI Purwodadi, Haryono dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Kota Surakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut termasuk pemasangan dua ring jantung.
“Saya dirawat di ICU RSI Purwodadi selama dua hari, lalu dari Dokter memutuskan untuk merujuk saya ke RSUD dr. Moewardi di Solo untuk dilakukan penanganan lebih lanjut yaitu pemasangan ring jantung,” lanjut Haryono.
Setelah dirujuk, Haryono terkesan dengan adanya Program JKN, karena selain mendapatkan pelayanan kesehatan, dirinya juga mendapatkan fasilitas transportasi berupa ambulans yang mengantarkannya ke RSUD dr. Moewardi.
“Selain pelayanan kesehatan, ambulans untuk rawat inap ke RSUD dr. Moewardi di Solo juga ternyata di cover BPJS Kesehatan,” kesan Haryono.
Sesampainya di RSUD dr. Moewardi, Haryono langsung ditangani untuk pemasakan ring pada sore harinya. Pemasangan dua ring memakan proses satu hari. Setelah dilakukan pemasangan ring, dirinya dirawat di ICU selama tiga hari.
“Saya dari RSI Purwodadi itu dirujuk pagi harinya, pada sore hari saya langsung dipasang ring. Untuk pemasangan ring prosesnya satu hari dan setelah dilakukan pemasangan ring, saya dimasukan lagi ke ICU selama tiga hari,” lanjut Haryono.
Setelah dilakukan pemasangan dua ring jantung, dirinya merasakan kondisinya lebih baik dan lebih sehat.
Sebelum adanya kejadian ini, dirinya tidak mengalami sakit jantung, serangan jantung ini tiba-tiba terjadi tanpa ada gejala awal.
“Setelah dilakukan pasang ring, saya merasakan kondisi tubuh saya lebih enak dan lebih sehat, karena sebelumnya juga tidak pernah punya riwayat sakit jantung, tiba-tiba terkena serangan jantung,” jelas dirinya.
Dalam mengakses layanan kesehatan menggunakan JKN baik di RSI Purwodadi dan RSUD dr. Moewardi, Achmad Haryono merasa sangat terbantu karena dirinya langsung mendapatkan penanganan, sementara keluarganya mengurus proses administrasi yang hanya ditanya data dan kelengkapan berkas dengan waktu yang singkat.
“Dengan adanya saya sebagai peserta JKN, saya sangat terbantu terutama ketika saya membutuhkan pengobatan maupun tindakan medis selama di dua rumah sakit tersebut, karena dari rumah sakit langsung menangani, dalam hal administrasi juga tidak dipersulit sama sekali dan tidak ribet," ujarnya.
"Bahkan tau-tau keluarga sudah menyelesaikan administrasi dengan menyerahkan data dan kelengkapan berkas dalam waktu yang cepat,” jelas Haryono.
Selama dirawat, Haryono mendapatkan fasilitas ambulans, kamar rawat inap, konsultasi dokter, tindakan operasi, pemasangan ring, obat-obatan dan yang lainnya, tanpa ditarik tambahan biaya apapun.
Dirinya mengaku bertanya pada Dokter, apabila tidak ditanggung JKN, kemungkinan biayanya mencapai kurang lebih dua ratus juta rupiah.
“Saya hitung-hitung iuran saya tiap bulannya dibanding dengan fasilitas yang saya dapatkan, saya rasa fasilitas yang diberikan lebih dari yang saya bayarkan. Kemarin saya tanya Dokter kalau tidak pakai JKN, biaya tindakan dan pasang dua ring kurang lebih mencapai dua ratus juta rupiah,” kata Haryono.
Di akhir, dirinya berpesan kepada teman-teman dan masyarakat lain yang belum terdaftar Program JKN untuk segera mengaktifkannya, karena manfaat JKN sangat penting pada waktu kita membutuhkan.
“Saya mohon kepada teman-teman yang lain dan masyarakat yang belum terdaftar BPJS Kesehatan, untuk segera mendaftar, karena manfaatnya sangat penting dan dapat digunakan sewaktu-waktu ketika kita betul-betul membutuhkannya,” tutup Haryono. (*)
Editor : Ali Mustofa