KUDUS – Penjualan kopi muria kini semakin eksis di pasar internasional.
Peminat kopi lokal Kabupaten Kudus itu tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia saja tapi juga lidah orang luar negeri.
Hal itu diungkapkan, Ketua Paguyuban Kopi Muria Aris. Ia mengatakan, beberapa kali kopi muria dijual di luar negeri. Seperti di Dubai, Afrika, dan Amerika.
Menurutnya, kopi muria dengan sengaja dibawa oleh pembeli orang Indonesia untuk dibawa dijadikan oleh-oleh atau dijual kembali ke luar negeri.
”Biasanya setiap UMKM memiliki pelanggan di kota-kota besar. Kemudian mereka bawa ketika ada acara di luar negeri,” katanya kemarin.
Terdapat puluhan bungkus kopi muria yang dikirim. Sedangkan per bungkusnya rata-rata memiliki berat 250 gram atau seperempat kilogram dijual dengan harga Rp 45 ribu.
Kopi muria yang dipasarkan ada yang berbentuk bubuk dan biji kering yang sudah disangrai.
”Kopi muria kebanyakan jenis robusta. Biasanya membeli beberapa picis kopi saja,” ujarnya.
Saat ini ada 10 UMKM yang fokus dalam pengolahan kopi muria. Menurutnya, mayoritas pelaku usaha sudah pernah memasarkan produk kopinya hingga ke luar negeri.
Selain itu, mereka secara rutin mengirim kopi muria untuk dipasarkan ke luar Jawa. Seperti, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan lain-lain.
"Terdapat berbagai macam merek yang secara rutin kami pasarkan lewat kenalan kami, " imbuhnya.
Melihat potensi kopi muria yang semakin menjanjikan, pihaknya berharap penjualan pada panen Agustus mendatang bisa mendatangkan berkah bagi petani kopi.
Ia memperkirakan tahun ini harga kopi mengalami kenaikan harga.
Per kwintal kopi basah dijual hingga Rp 1 juta. Sedangkan kopi kering hingga Rp 6 juta.
”Kalau kopi kering yang sudah disangrai mahal lagi. Bisa sampai Rp 60 ribu per kilogram,” paparnya. (wat/him)
Editor : Ali Mustofa