GROBOGAN – Untuk mengatasi kelangkaan elpiji bersubsidi di Kabupaten Grobogan, PT Pertamina memberikan tambahan 12.300 tabung jelang Lebaran.
Tambahan itu, sudah didistribusikan pada 25, 26, dan 27 Maret lalu
Kepala Dinas Perindustruan dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setiawan mengatakan, adanya penambahan stok elpiji tersebut, untuk mengatasi kebutuhan gas dan dampak dari panic buying di masyarakat.
Baca Juga: Ke Mana Relokasi Warga Lima Desa di Blora Terdampak Proyek Bendung Gerak Karangnongko?
Ada spekulan di sejumlah kios menaikan harga elpiji sampai Rp 35 ribu per tabung.
Penambahan tabung gas itu, diharapkan bisa menjadikan harga elpiji normal lagi.
”Stok dari SPBE di Desa Putat, Purwodadi, sudah normal,” ujar pria yang akrab disapa Dannis ini.
Dia menjelaskan, untuk menekan harga di tingkat eceran, agar harga bisa normal lagi, pihaknya juga sudah mengumpulkan agen elpiji 3 kg dan pangkalan di Kabupaten Grobogan.
Hasilnya, mereka sepakat penjualan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.500.
”Karena ini struktur distribusi dari Pertamina, maka kami minta untuk menertibkan itu, agar komitmen dan haknya apa kewajiban. Gas dari pangkalan dan pangkalan dari agen. Maka yang bisa menertibkan dari Pertamina,” terangnya.
Sementara itu, untuk antisipasi kebutuhan gas elpiji meningkat jelang Lebaran, dia menilai selama persedian dari SPBE itu dipenuhi, maka kebutuhan terpenuhi.
Dengan begitu, kebutuhan akan aman. Pihaknya sudah meminta ke Pertamina dan sudah disanggupi.
”Pertamina sudah siap untuk memenuhi stok,” tandasnya. (mun)
Editor : Ali Mustofa