PHS dipusatkan di Hotel Fave Rembang. Dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro', Wakil Ketua DPRD Rembang Supriyadi, nasabah, karyawan dan mitra BRI Rembang, serta saksi-saksi pengundian.
Sebelumnya, telah diundi berbagai hadiah. Ada 18 unit Samsung LED 32 inch, dua unit Samsung Smart 50 inch, enam unit Mio M3 CV, hadiah dua unit All New N-Max, Suzuki New Carry, serta All New Livina VE.
Pemimpin Cabang BRI Rembang Ahmad Muflihin Taiyeb menyampaikan, undian Simpedes dilaksanakan dua kali setahun. Yang dilakukan tadi adalah pengundian semester I. Ini wujud penghargaan masyarakat umumnya terkait bagaimana membangun Kabupaten Kota Santri ramah industri.
”BRI Rembang telah hadir di tengah masyarakat. Alhamdulilah kami hidup dengan pedagang di pasar-pasar, nelayan, petani tebu dan tembakau, serta pekerja batu-batu di Sedan dan seluruh sektor perekonomian di Kabupaten Rembang,” katanya.
Patut bersyukur Rembang miliki berbagai potensi. Baik gunung, pantai, batu, tembakau, padi, nelayan, hingga batik Lasem. Dengan demikian banyak potensi bisnis. Hal itu terus digaungkan dalam setiap acara.
Termasuk kearifan lokal ditunjukan seluruh karyawan BRI. Dalam PHS semester I 2022 mereka mengenakan seragam batik Lasem. Sesuai akar budaya dan terus digaungkan. BRI mendukung upaya-upaya Pemkab Rembang mengangkat batik Lasem.
”Beberapa kali pameran-pameran kami mengangkat pembatik. Ini rasa peduli kami kepada para pembatik Lasem,” ujarnya.
Disampaikan pula, sampai November 2022, pencapaian dana mikro sudah Rp 756 miliar. Sudah ada 46.518 ribu nasabah simpanan. Dari jumlah keluarga Rembang di 14 kecamatan ada 624 ribu.
BRI hadir hampir di semua wilayah. Kecuali Gunem dikaver Kecamatan Pamotan dan Sulang serta Bulu sebagian dikaver Sulang. Di Kragan ada dua BRI unit, Pandangan dan Kragan. Dari barat Kaliori sampai ke timur Sarang, utara Rembang I sampai selatan ada Sulang dan Sale. ”Itu wujud kepedulian kami bersama masyarakat untuk senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat,” terangnya.
Rembang tumbuh bersama. Termasuk pinjaman mikro yang sudah mencapai Rp 1,1 triliun. Dengan non performing loan (NPL) hanya 1,13 persen. Sementara jumlah peminjamnya hampir 80 persen warga Rembang. Jumlah debitur peminjam ada 548 ribu.
Ini menjadi pekerjaan rumah (PR), bagaimana peredaran uang di Rembang tetap ada di daerah sendiri. Tidak lari ke kabupaten tetangga. Jadi, diimbau betul-betul menggunakan rekening di Kabupaten Rembang.
”Dengan adanya PHS, diharapkan terus menyadarkan kepada kita bagaimana bertransaksi. Kalau perlu transaksi di pasar, lelang ikan, dan seterusnya. Kalau bisa rekening-rekening di bawah wilayah Rembang. Jadi, akan tercatat jumlah peminjam dan simpanan sama,” ajaknya.
Taiyeb mengusulkan, perlu mengundang investasi dari luar. Terutama investor toko retail besar, sehingga tidak perlu belanja ke kabupaten lain. Jadi, mau tidak mau dana akan berputar di daerah dan membantu pertumbuhan ekonomi.
Untuk produk, di BRI semua ada. Mulai transfer, bayar token listrik, bahkan tarik dan setor tunai tidak perlu menggunakan kartu. Cukup menggunakan BRIMO. Buka rekening juga bisa tanpa ke bank.
Wabup Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro' mengapresiasi program BRI. Salah satunya PHS. Aplikasinya luar biasa. Bahkan secara pribadi Gus Wabup -sapaan akrabnya- mengaku nyaman menggunakan BRI, salah satunya BRIMO.
”Kami atas nama Pemkab Rembang menyambut baik dan apresiasi semua program yang dilaksanakan BRI. Harapan kami bisa memotivasi masyarakat agar gemar menabung,” harapnya.
Dia menyampaikan, kemitraan pemkab dengan perbankan sangat penting. Karena akan memengaruhi kebijakan-kebijakan, utamanya sektor ekonomi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Rembang saat ini mencapai Rp 20,7 triliun. Ini tidak lepas dari campur tangan perbankan, salah satunya BRI.
”Saya ucapkan terima kasih. Saya harap BRI bisa terus mendorong agar kredit usaha rakyat meningkat. Agar lebih jauh meningkat dari pada kredit konsumtif. Semoga BRI Rembang terus maju, dapat melakukan terobosan dan inovasi,” dorongnya. (noe/lin) Editor : Ali Mustofa