Untuk saat ini yang berhasil masuk penjualan di minimarket ada delapan UMKM dengan 13 produk yang sudah mampu masuk di pasar modern.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Rini Kartika Hadi Ahmawati, mengatakan untuk kriteria yang menentukan dari pihak minimarket.
“Sebelumnya, ada 30 UMKM dengan produk makanan kering, kemudian dilakukan kurasi menjadi delapan UMKM yang bisa memajang produknya di etalase minimarket,” jelasnya.
Dia mengatakan, sebelumnya memang ada sosialisasi dari minimarket. Kemudian, ditindaklanjuti dengan kurasi produk. Menurutnya, UMKM di Kudus mampu bersaing dengan produk yang sudah terkenal.
Sementara itu, saat kegiatan launching produk UMKM di minimarket yang ada di wilayah Kecamatan Mejobo, Bupati Kudus Hartopo memborong beberapa produk UMKM yang telah di pajang.
“Kemasan produk sudah bagus dan menarik perhatian. Namun untuk kualitas tetap dipertahankan. UMKM tak kalah dengan jajanan pabrikan,” ungkapnya.
Tak hanya pemasaran, Hartopo akan memudahkan perizinan pada pelaku usaha kecil menengah, sehingga proses produksi berlangsung lancar. Pihaknya bersama Disnaker Perinkop dan UKM Kudus juga dinas terkait akan memfasilitasi legalisasi usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT dan sertifikasi halal. Di samping berbagai pelatihan untuk pengembangan produk.
Sebanyak 13 produk yang lolos kurasi di antaranya, shasie stick godhong kersen, sweet brownies cokelat, kerupuk kemplang, jamur tiram crispy mak krez, serizh akar kelapa, kacang bawang saputra, keripik usus dan kerupuk rambak kerbau paquita, mine melted banana chips dan lainnya.
Salah satu usaha keripik usus dan kerupuk rambak Paquita Inay Nuraini mengatakan produknya lolos kurasi dan masuk pasar minimarket. Pihaknya, berterima kasih kepada Pemkab Kudus yang selama ini telah memfasilitasi UMKM miliknya.
“Waktu itu ikut program kurasi produk UMKM, akhirnya produk saya Alhamdulillah lolos,” ujarnya sumringah. (san/mal) Editor : Ali Mustofa