Relokasi KCP Prambatan diresmikan langsung oleh Bupati Kudus H.M. Hartopo, ST., M.M. M.H., pada Senin pagi (12/9). Dalam peresmian, Bupati Hartopo berpesan pentingnya sinergitas yang terjalin harmonis.
”Sinergitas yang harmonis harus terus ditingkatkan. Mengingat Bank Jateng sekarang sudah sangat dicintai oleh masyarakat. Selama ini, sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Kudus juga sangat baik. Kami menyampaikan rasa terima kasih ke Bank Jateng, atas support-nya selama ini. Dan semoga ke depannya nanti kerja samanya bisa diperluas lagi,” ungkap Hartopo.
Dengan jaringan kantor yang semakin luas itu, semoga dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan ASN, para pelaku usaha dan UMKM, dan seluruh lapisan masyarakat.
Bank Jateng juga menyampaikan kinerjanya sampai dengan akhir Agustus 2022. Total aset sebanyak Rp 83,52 triliun, perolehan dana pihak ketiga sebanyak Rp 65,23 triliun, dan kredit yang disalurkan sejumlah Rp 53,59 triliun.
Menurut Pemimpin Cabang se-Koordinator Wilayah Pati Retno Tri Wulandari, pencapaian kinerja Bank Jateng ini, merupakan hasil kerja bersama yang selalu menjaga semangat ”One Team, One Spirit, One Goal”. Juga tidak terlepas dari kontribusi besar dari stakeholder, shareholder, dan seluruh nasabah Bank Jateng.
Jaringan Kantor di wilayah Kabupaten Kudus terdapat 1 kantor cabang, 2 kantor cabang pembantu (termasuk KCP Prambatan), 7 kantor kas, 2 Payment Point, 1 layanan mobil kas keliling, 23 mesin ATM termasuk CRM, dan 30 Agen Laku Pandai.
Pemerintah Kabupaten Kudus, juga sangat mendukung seluruh unit operasional Bank Jateng. Ini terwujud melalui kerjasama antara Bank Jateng dengan Pemerintah Kabupaten Kudus yang terjalin dengan sangat baik, penuh sinergi dan harmonis.
Kerja sama yang terjalin antara lain, Pengelolaan Keuangan Daerah secara transparan dengan fasilitas Cash Management System (CMS). Kemudian SP2D online, kerja sama Dana Pihak Ketiga dalam bentuk Deposito Berjangka dan Giro. ”Ada juga Kredit PLO bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus. Kemudian Host to host dengan RSUD, Host to host PDAM, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan, E-Retribusi pasar, dan parkir dalam rangka peningkatan pajak daerah,” ungkapnya.
Pemberdayaan UMKM dengan fasilitas Kredit yang relatif murah juga dilakukan oleh Bank Jateng. Tujuannya mendorong peningkatan ekonomi daerah dalam bentuk KUR Bank Jateng.
Berbagai produk yang dijalankan oleh Bank Jateng telah banyak bersinergi dengan pemerintah daerah. Serta membantu dalam rangka percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
”Oleh karena itu, pada kesempatan ini, manajemen Bank Jateng menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari Pemkab Kudus dan seluruh masyarakat Kabupaten Kudus kepada Bank Jateng,” jelasnya.
Pandemi Covid-19 juga berdampak lengsung ke pengusaha mikro. Dengan momentum “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”Bank Jateng telah re-launching produk kredit murah dan sangat istimewa bagi pelaku usaha mikro dan kecil, Produk tersebut yaitu Kredit Mitra Jateng 25 dengan bunga 3%. Dan Kredit Lapak yang bunganya hanya 2%. Karena yang semula 7% mendapatkan subsidi 5%.
Fasilitas digital yang telah dikembangkan antara lain, Internet Banking, BIMA Mobile banking, Pembayaran PBB Online, Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Sementara di bidang kredit, Bank Jateng juga telah mengembangkan layanan kredit PLO secara elektronik (e-PLO). (lia/zen) Editor : Ali Mustofa