Aris Yulianto, salah satu paguyuban kopi Muria mengatakan acara IDP Festival tersebut berlangsung dari (2/9) hingga (4/9). Di salah satu acara tersebut ada bagian pameran kuliner. Pada kesempatan itu, pihanya menampilkan beberapa jenis kopi Muria.
“Ada tiga jenis kopi Muria yang diusung. Di antaranya kopi Muria Zayna, kopi Muria Ndaoleng, dan kopi Muria Maura,” ungkapnya.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah mengatakan dalam festival nasional itu diikuti tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kudus sendiri yang berasal dari Jateng mengusung kopi Muria
“Ya untuk mendukung kegiatan pameran alat-alat perkusi, kami juga menampilkan musik gamelan,” katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga memamerkan produk-produk ekonomi kreatif karya potensi daerah (Kudus), seperti bordir, batik, fashion busana muslim, dan juga goni.
Lebih lanjut, pihaknya sendiri akan terus berkomitmen untuk mengembangkan produk wisata. Diharapkan wisatawan (global) nantinya akan lebih mengenal Kopi Muria, dimana nantinya akan menjadi salah satu ikon dari Kudus itu sendiri.
“Dengan hal itu harapannya juga dapat membantu untuk peningkatan ekonomi masyarakat Kudus,” tambahnya.
Aris mengatakan potensi yang dimiliki daerah lereng Muria memang menjanjikan, apalagi dibidang kopi. Desa yang tergolong penghasil kopi di wilayah lereng Muria di antaranya Rahtawu, Ternadi, Kajar, Colo, dan Japan. (ark/mal) Editor : Ali Mustofa