Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawadi menjelaskan saat ini produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) terus bergeliat dan berkembang pesat sesuai dengan tren dan permintaan pasar.
Peluang yang sangat baik ini sudah selayaknya mendapat perhatian dari para pelaku usaha. Pada sisi lain, pasar sudah semakin terbuka untuk produk UMKM. Maka, pelaku usaha harus bisa lebih kreatif dan inovatif, dengan menekankan branding pada produknya.
“Branding produk sangat dekat dengan emosi dan imajinasi konsumen. Sebagai contoh produk air minum kemasan merk tertentu sudah menjadi sebuah branding bagi air minum kemasan,” jelasnya.
Dia menambahkan, agar produk memiliki branding yang baik maka branding harus menarik, menyolok di mata dan telinga, sehingga menempel di kepala pembeli dan publik secara luas. Lewat pelatihan strategi branding produk dan pemasaran online, dikenalkan teknik dan strategi promosi yang menarik dan membidik pasar secara tepat.
Selain itu, pelaku UMKM juga diajari cara menaikkan traffic pengunjung lewat media sosial, website atau blog, hingga tiktok.
“Pelaku usaha saatnya naik level. Dan, butuh pemikiran yang modern, harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Tak hanya selangkah lebih maju, tapi terus menerus memperbarui ilmu. Baik tentang produk, pemasaran sampai manajemen penjualan,” terangnya.
Disampaikan juga, peserta pelatihan diikuti 25 UMKM makanan dan minuman, batik/ecoprint, craft, logam dan lainnya. Pelaksanaan pelatihan selama empat hari, mulai tanggal Senin (22/8) hingga Kamis (25/8).
Rini menyampaikan, peserta tiga hari materi teori, kemudian terakhir diajak kunjungan praktek lapangan di kain Ratu brand tenun ikat dari Desa Troso, Jepara. (san/mal)
Editor : Ali Mustofa