Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ini Perlunya Pelaku UMKM Kudus Digembleng untuk Bikin Brand Sendiri

Ali Mustofa • Selasa, 23 Agustus 2022 | 23:36 WIB
PENJUALAN: Pegiat UMKM kesulitan memasarkan produk asli milik warga. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
PENJUALAN: Pegiat UMKM kesulitan memasarkan produk asli milik warga. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
KUDUS – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kudus, menggelar pelatihan untuk membuat brand produk dan pemasaran online untuk pelaku usaha di At Hom Hotel kemarin (22/8). Harapannya pelaku usaha bisa naik level.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawadi menjelaskan saat ini produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) terus bergeliat dan berkembang pesat sesuai dengan tren dan permintaan pasar.

Peluang yang sangat baik ini sudah selayaknya mendapat perhatian dari para pelaku usaha. Pada sisi lain, pasar sudah semakin terbuka untuk produk UMKM. Maka, pelaku usaha harus bisa lebih kreatif dan inovatif, dengan menekankan branding pada produknya.

“Branding produk sangat dekat dengan emosi dan imajinasi konsumen. Sebagai contoh produk air minum kemasan merk tertentu sudah menjadi sebuah branding bagi air minum kemasan,” jelasnya.

Dia menambahkan, agar produk memiliki branding yang baik maka branding harus menarik, menyolok di mata dan telinga, sehingga menempel di kepala pembeli dan publik secara luas. Lewat pelatihan strategi branding produk dan pemasaran online, dikenalkan teknik dan strategi promosi yang menarik dan membidik pasar secara tepat.

Selain itu, pelaku UMKM juga diajari cara menaikkan traffic pengunjung lewat media sosial, website atau blog, hingga tiktok.

“Pelaku usaha saatnya naik level. Dan, butuh pemikiran yang modern, harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Tak hanya selangkah lebih maju, tapi terus menerus memperbarui ilmu. Baik tentang produk, pemasaran sampai manajemen penjualan,” terangnya.

Disampaikan juga, peserta pelatihan diikuti 25 UMKM makanan dan minuman, batik/ecoprint, craft, logam dan lainnya. Pelaksanaan pelatihan selama empat hari, mulai tanggal Senin (22/8) hingga Kamis (25/8).

Rini menyampaikan, peserta tiga hari materi teori, kemudian terakhir diajak kunjungan praktek lapangan di kain Ratu brand tenun ikat dari Desa Troso, Jepara. (san/mal)

  Editor : Ali Mustofa
#produk umkm #pelaku usaha #pemasaran online #Branding produk #Kudus