BLORA – Seorang perempuan asal Tegalrejo Barat RT 04 RW 14, Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjun dari Jembatan Sungai Bengawan Solo.
Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Jumat (17/7) sekitar pukul 10.05 WIB setelah proses pencarian berlangsung selama kurang lebih 24 jam.
Tim Respon Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Tri, mengatakan pencarian dilakukan sejak sehari sebelumnya dengan menyisir aliran sungai dari lokasi awal korban diduga terjun.
Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal setelah operasi pencarian yang dilakukan sejak sehari sebelumnya," ujar Agung.
Usai dievakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Korban diketahui bernama Yatmi, warga Tegalrejo Barat RT 04 RW 14, Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu.
Agung menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima BPBD Blora, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.35 WIB.
Setelah menerima laporan, petugas segera menuju lokasi dan melakukan pencarian serta penyisiran di sepanjang aliran Bengawan Solo yang diduga menjadi titik korban terjatuh.
"Tim melakukan penyisiran mulai dari lokasi awal korban diduga terjun hingga beberapa titik di sekitar area kejadian," jelasnya.
Hingga kini, penyebab korban diduga nekat terjun ke sungai masih dalam penyelidikan.
Dugaan sementara mengarah pada persoalan pribadi yang kemungkinan membuat korban mengalami tekanan psikologis.
Sementara itu, Kapolsek Cepu AKP Edi Santosa menjelaskan bahwa lokasi kejadian berada di wilayah Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sehingga penanganan kasus dilakukan oleh Polsek Padangan.
"Lokasi kejadian masuk wilayah Padangan, sehingga penanganannya dilakukan oleh Polsek Padangan," kata Edi. (ari)
Editor : Ali Mustofa