Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLN Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Implementasi Program Listrik Desa

A
Penulis: Admin❯
HANGAT: Suasana diskusi panel bertajuk “Risk Assessment and Mitigation Strategy Program Listrik Desa dan PLTS” yang menghadirkan narasumber Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda (kedua dari kanan), Direktur Bina Pengadaan dan Pencadangan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Unu Ibnudin (keempat dari kanan), Direktur IV Jaksa Agung Muda bidang Intelijen, Abdullah Noer Deni (kedua dari kiri), Direktur Pengawasan Badan Usaha Energi dan Pertambangan BPKP, Felix Joni Darjoko (ketiga dari kiri), Guru Besar Hukum Korporasi dan Investasi Universitas Sebelas Maret, Prof. Yudho Taruno (ketiga dari kanan), dan EVP Pengembangan Listrik Desa PLN, Ahmad Mustaqir (kanan).
HANGAT: Suasana diskusi panel bertajuk “Risk Assessment and Mitigation Strategy Program Listrik Desa dan PLTS” yang menghadirkan narasumber Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda (kedua dari kanan), Direktur Bina Pengadaan dan Pencadangan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Unu Ibnudin (keempat dari kanan), Direktur IV Jaksa Agung Muda bidang Intelijen, Abdullah Noer Deni (kedua dari kiri), Direktur Pengawasan Badan Usaha Energi dan Pertambangan BPKP, Felix Joni Darjoko (ketiga dari kiri), Guru Besar Hukum Korporasi dan Investasi Universitas Sebelas Maret, Prof. Yudho Taruno (ketiga dari kanan), dan EVP Pengembangan Listrik Desa PLN, Ahmad Mustaqir (kanan).

Advertisement

JAKARTA – Sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mempercepat pemerataan akses listrik, PT PLN (Persero) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa, Senin (13/7). Upaya pemerataan tersebut turut didukung Pemerintah yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,3 triliun pada tahap pertama tahun 2026. Sinergi pemerintah dan PLN ini pun mendapat apresiasi dari sejumlah kepala daerah yang merasakan percepatan penyediaan akses listrik bagi masyarakat di wilayahnya.

Forum tersebut mempertemukan pemerintah sebagai regulator, kejaksaan sebagai fungsi pengawasan dalam penegakan hukum, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, asosiasi, serta mitra kerja PLN. Melalui forum ini seluruh pemangku kepentingan menyelaraskan langkah, memperkuat tata kelola, dan mempercepat implementasi Program Listrik Desa di seluruh Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ing Tri Winarno, menegaskan bahwa percepatan Program Listrik Desa harus didukung dengan data yang akurat agar pelaksanaannya tepat sasaran. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,3 triliun pada tahap pertama tahun 2026 untuk mempercepat pemerataan akses listrik, dengan pelaksanaan yang akan dikawal bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan agar berjalan secara akuntabel.

Advertisement

RAMAH: Ilustrasi petugas PLN melakukan edukasi kelistrikan kepada salah satu warga yang menerima penyambungan listrik program Listrik Desa PLN di Dusun Noemuke, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
RAMAH: Ilustrasi petugas PLN melakukan edukasi kelistrikan kepada salah satu warga yang menerima penyambungan listrik program Listrik Desa PLN di Dusun Noemuke, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur

"Validasi data menjadi langkah penting agar tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam memperoleh akses listrik. Kami ingin memastikan seluruh lokasi yang memang membutuhkan listrik dapat teridentifikasi dengan baik, sehingga pelaksanaan Program Listrik Desa benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemerataan akses listrik tidak boleh berhenti sebagai komitmen atau target semata, melainkan harus diwujudkan melalui langkah nyata agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan kelistrikan.
 
“Kami mengapresiasi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia. Arahan beliau jelas, yaitu mewujudkan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujar Darmawan.

Advertisement

Menurut Darmawan, Program Listrik Desa tidak hanya membangun jaringan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat ketahanan energi nasional. Karena itu, keberhasilannya membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, mengatakan pemerintah bersama PLN telah menyusun roadmap Program Listrik Desa yang terintegrasi dengan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk mempercepat pemerataan akses listrik yang lebih terarah.

“Kita sudah menyusun roadmap untuk Program Listrik Desa, di mana ini juga kita kombinasikan dengan BPBL atau Batuan Pasang Baru Listrik. Di sini pemerintah bertugas untuk membantu masyarakat-masyarakat yang tidak mampu untuk bisa menyambungkan ke jaringan (listrik),” kata Andriah.

Sejalan dengan komitmen tersebut, implementasi Program Listrik Desa terus menunjukkan progres yang positif. Hingga April 2026, PLN telah merealisasikan penyediaan akses listrik melalui pendanaan APBN di 1.403 lokasi yang telah melayani 40.724 rumah tangga. Sampai dengan akhir tahun 2026, PLN bersama pemerintah menargetkan perluasan program di 2.792 lokasi dengan potensi menjangkau 137.266 calon pelanggan.

Kolaborasi tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Ia mengatakan jumlah desa yang belum berlistrik di Maluku Utara turun dari sekitar 70 desa pada awal 2025 menjadi 43 desa pada 2026.

Advertisement
Editor : Support

Artikel Terkait

Manjakan Pelanggan, PLN Tebar Diskon Tambah Daya 50% hingga Hemat Rp 3 Juta!

Manjakan Pelanggan, PLN Tebar Diskon Tambah Daya 50% hingga Hemat Rp 3 Juta!

Kabar baik bagi pelanggan listrik. PT PLN (Persero) resmi meluncurkan program promo spesial bertajuk "Semangat Baru Makin Berdaya" dengan memberikan potongan harga hingga 50% untuk layanan penambahan daya listrik.

Kinerja PLN: UIK Tanjung Jati B Laksanakan Outage Unit 2, Perkuat Keandalan Pembangkit Berstandar Dunia

Kinerja PLN: UIK Tanjung Jati B Laksanakan Outage Unit 2, Perkuat Keandalan Pembangkit Berstandar Dunia

PLN UIK Tanjung Jati B melaksanakan kegiatan planned outage Unit 2 PLTU Tanjung Jati B di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mulai 28 Juni hingga 11 Agustus 2026.

Kerugian Korupsi Kredit Mikro Jepara Rp703 Juta, Ini Rinciannya

Kerugian Korupsi Kredit Mikro Jepara Rp703 Juta, Ini Rinciannya

BPKP menghitung kerugian negara kasus dugaan korupsi kredit mikro Jepara mencapai Rp703 juta, berasal dari dua perbuatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer