10 Tantangan Berat Iskandar Kunaefi Setelah Resmi Menjadi Dirut Pos Indonesia

RADAR KUDUS - Penunjukan M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) menandai dimulainya babak baru bagi salah satu BUMN tertua di Indonesia.
Dengan pengalaman panjang di bidang logistik, manajemen investasi, hingga operasional olahraga profesional bersama Persib Bandung, Iskandar datang membawa harapan besar untuk mempercepat transformasi perusahaan.
Namun, di balik rekam jejak tersebut, tantangan yang menantinya tidaklah ringan. Pos Indonesia saat ini berada di tengah perubahan besar industri logistik nasional yang dipenuhi persaingan, tuntutan digitalisasi, hingga kebutuhan memperbaiki tata kelola perusahaan.
Berikut sejumlah pekerjaan rumah yang diperkirakan akan menjadi fokus utama Iskandar Kunaefi.
1. Mempercepat Transformasi Bisnis Pos Indonesia
Pos Indonesia tidak lagi hanya dikenal sebagai perusahaan pengiriman surat. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini berupaya mengubah model bisnis menjadi penyedia layanan logistik, distribusi, jasa keuangan, dan solusi digital.
Transformasi tersebut harus dipercepat karena perilaku masyarakat telah berubah drastis. Volume surat konvensional terus menurun, sementara kebutuhan pengiriman paket akibat pertumbuhan e-commerce meningkat tajam.
Artinya, Pos Indonesia harus mampu memaksimalkan potensi bisnis logistik modern agar tidak tertinggal dari perusahaan swasta yang lebih agresif berinovasi.
2. Menghadapi Persaingan Industri Logistik
Industri logistik Indonesia saat ini jauh lebih kompetitif dibanding satu dekade lalu.
Berbagai perusahaan swasta telah memperkuat jaringan distribusi dengan dukungan teknologi digital, sistem pelacakan real time, gudang otomatis, hingga layanan pengiriman instan.
Pos Indonesia harus mampu mempertahankan pangsa pasar sekaligus meningkatkan kualitas layanan agar tetap menjadi pilihan masyarakat dan pelaku usaha.


