BLORA- Poltekes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora beri edukasi TBC, penanganan stunting dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), di Desa Sukorejo Kecamatan Tunjungan.
Kegiatan berlangsung Senin (30/6) itu melibatkan 50 peserta yang terdiri atas kader kesehatan dan warga Desa Sukorejo. Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pencegahan penyakit dan pentingnya deteksi dini.
Ketua Perwakilan Jurusan Keperawatan Kampus 4 Poltekkes Kemenkes Semarang Joni Siswanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Yang merupakan implementasi dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Selama empat tahun ini kami bermitra dengan Desa Sukorejo. Kami memberikan edukasi kepada kader kesehatan agar pengetahuan yang kami miliki bisa diteruskan kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut Joni, Desa Sukorejo dipilih karena lokasinya hanya berjarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari Kampus 4 Poltekkes Kemenkes Semarang di Blora. Kedekatan tersebut dinilai memudahkan proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pada pelaksanaan tahun ini, Poltekkes menggandeng Puskesmas Tunjungan dalam pelaksanaan CKG. Seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari dana pengabdian kepada masyarakat milik kampus.
"Kami bekerja sama dengan Puskesmas Tunjungan karena program CKG memang menjadi program puskesmas. Dari kami ada edukasi dan pendampingan kepada kader maupun masyarakat," jelasnya.
Meski kegiatan di balai desa hanya berlangsung sehari, rangkaian program tidak berhenti setelah itu. Kampus tetap melakukan monitoring dan evaluasi selama kurang lebih tiga bulan untuk melihat perkembangan hasil pendampingan.
Joni menambahkan, seluruh hasil pemeriksaan kesehatan akan disampaikan kepada Puskesmas Tunjungan sebagai bagian dari cakupan program CKG. Jika ditemukan warga yang terindikasi menderita TBC atau penyakit lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut, puskesmas akan melakukan tindak lanjut sesuai kewenangannya.
"Kalau ada temuan, kami koordinasikan dengan puskesmas. Pengobatan TBC membutuhkan waktu cukup lama sehingga perlu pendampingan agar pasien tidak putus berobat. Kalau sampai berhenti di tengah jalan, risikonya bisa terjadi resistensi obat," katanya.
Melalui edukasi yang diberikan kepada kader kesehatan dan masyarakat, Poltekkes berharap semakin banyak warga yang memahami pentingnya deteksi dini, menjalani pengobatan hingga tuntas, serta ikut mencegah penularan penyakit di lingkungan sekitar. (tos)
Editor : Eko Santoso