Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Investasi Snapboost Diduga Bodong, Puluhan Warga Blora Resmi Lapor Polisi

Ali Mustofa • Senin, 20 April 2026 | 09:54 WIB
KETIPU: Johan Hadi salah satu warga Blora yang terkena investasi bodong snapboost usai laporan di Polres Blora. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
KETIPU: Johan Hadi salah satu warga Blora yang terkena investasi bodong snapboost usai laporan di Polres Blora. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

BLORA – Sejumlah korban dugaan investasi bodong aplikasi Snapboost di Kabupaten Blora resmi melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Sekitar 30 orang telah membuat laporan dengan nilai kerugian yang beragam, mulai ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.

Salah satu pelapor, Johan Hadi, yang berprofesi sebagai guru PPPK di SMAN 1 Blora, mengaku ikut melapor bersama korban lainnya.

Ia menjelaskan, ketertarikannya bergabung bermula dari tawaran seorang promotor Snapboost di Blora bernama Diana yang juga berprofesi sebagai guru di sekolah yang sama.

Johan mengaku mulai berinvestasi pada pertengahan Maret 2026 melalui akun milik temannya.

Ia melakukan setoran secara bertahap, dimulai dari Rp2 juta hingga total mencapai Rp49,5 juta atas nama dirinya sendiri.

Menurutnya, dana tersebut dijanjikan akan berkembang hingga dua kali lipat dalam waktu 40 hari dan bisa ditarik secara bertahap.

Awalnya, pencairan dijadwalkan pada 3 April, namun terus tertunda dengan berbagai alasan, seperti proses verifikasi hingga akhirnya mundur ke 12 April.

Sayangnya, hingga melewati tanggal tersebut, dana tetap tidak bisa dicairkan.

Kondisi itu membuat Johan dan para anggota lainnya mulai curiga, terlebih banyak member mengalami kejadian serupa.

Ia pun menganggap dana yang ditanamkan sudah hilang.

Motivasi Johan bergabung tak lepas dari harapan mendapatkan tambahan penghasilan untuk membantu perekonomian keluarga.

Bahkan, ia juga mengajak istri dan kedua anaknya ikut berpartisipasi.

Dari informasi yang ia ketahui, jumlah korban diperkirakan mencapai lebih dari 700 orang, meski belum semuanya melapor.

Ia menduga sebagian korban belum berani melapor atau merasa malu.

Di sisi lain, ada juga anggota yang telah sempat menikmati keuntungan sehingga enggan melapor.

Melalui kejadian ini, para korban mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Mereka menegaskan agar masyarakat tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan instan tanpa kejelasan legalitas. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#Snapboost #investasi bodong #blora #guru #Perekonomian