BLORA - Tahun ajaran baru 2026 nanti bakal ada 22 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang bakal digabung. Jumlah ini lebih sedikit dari rencana awal yang sempat menginventarisir sampai di atas 30.
Tahap penggabungan itu kini sudah mencapai 90 persen. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sunaryo menjelaskan pihak terkait, sekolah dan guru tidak perlu khawatir dengan rencana penggabungan tersebut. Sebab Dinas sudah mempertimbangkan segala hal.
"Kami dari dinas sudah menyiapkan formulanya sehingga yang berkaitan dengan administrasi termasuk serdik telah dicarikan solusinya," ujarnya.
Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Nuril Huda menjelaskan awalnya sekolah yang bakal diregrouping mencapai 28 sekolah. Namun setelah dikaji dan dievaluasi jumlahnya mengerucut menjadi 22 sekolah.
"Jumlah sementara menjadi 22 SD, namun masih bisa berubah lagi," jelasnya.
Saat ini prosesnya sudah mencapai 90 persen. Dan akan dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru.
"Nanti efektifnya perkiraan pada tahun ajaran baru," tandasnya.
Nuril menjelaskan, pihaknya baru saja berkonsultasi ke berbagai pihak hingga tingkat provinsi guna penyiapan regrouping.
"Guru tidak usaha khawatir, tidak akan berpengaruh terhadap sertifikasinya. Nanti jika ada keputusan tinggal menjalankan saja, semua sudah kita atur," terangnya.(tos)
Editor : Mahendra Aditya