Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Suyono, Tukang Parkir Tua yang Suka Baca dari Blora: Membunuh Waktu Sembari Menuju Jendela Dunia

Eko Santoso • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:08 WIB
SEMANGAT: Suyono, 78 saat membaca di tengah aktivitas sebagai tukang parkir.
SEMANGAT: Suyono, 78 saat membaca di tengah aktivitas sebagai tukang parkir.

Usia dan jenis pekerjaan bukan penghalang bagi seseorang untuk belajar.

Seperti Suyono, yang mengisi waktu luang sembari membaca di usia yang sudah lanjut. 

EKO SANTOSO, Blora, Radar Kudus 

LELAKI tua itu duduk di kursi plastik berwarna biru dilapisi seperti bantal kecil putih. Punggungnya menyender pada tembok, menopang tubuh yang rentan itu. 

Ia tampak khidmat. Tenang. Dengan kepala sedikit merunduk, matanya fokus.

Tubuhnya terbalut rompi berwarna dominan orange dan biru. Di tangan kirinya peluit putih menggantung karena terpasang tali. Tali itu yang terus ia pegang. 

Kakinya kadang menyilang. Kadang diturunkan. Sandal jepit berwarna orange melindungi telapak kakinya dari ubin yang makin memanas menjelang siang.

Buku yang dipegang seketika ditutup. Diletakkan di paha. Beberapa waktu kemudian buku diangkat lagi. Dibuka. 

Matanya kembali fokus pada buku lawas berwarna kecokelatan itu. Pada sampul buku itu tertulis Maurice Leblance, si pengarang buku. Berjudul 813. 

"Buku tentang detektif," katanya.

Lelaki tua itu bernama Suyono. Pria kelahiran 1947. Kini usianya 78 tahun. 

Suyono beralamat di Jalan Tuntang 12 Kelurahan Jenar, Kecamatan Kota Blora. Ia bekerja sebagai tukang parkir. 

"Jadi tukang parkir sejak 1990," ujarnya.

Sebagai tukang parkir, ia tak ingin waktu senggang terbuang percuma. Saat tak ada kendaraan yang perlu ditata dan diarahkan, ia memilih duduk. 

Namun bukan duduk semata, ia lantas membuka buku. Buku-buku yang ia baca itu berasal dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Blora. 

"Pinjam buku dari perpustakaan daerah karena gratis. Gak perlu beli. Seminggu dikembalikan," beber lelaki yang rambutnya sudah memutih itu.

Suyono bisa membaca saat sekolah dasar. Kemudian ia melanjutkan ke SMP 1. Namun berhenti sampai di situ. Tak sampai masuk SMA. 

Kegemaran membaca selama sekolah itulah yang tak hilang. Ia terus membaca meski usia menua. 

"Matanya masih bisa untuk baca. Kalau pendengaran agak tuli. Kalau bicara yang keras," imbuhnya. 

Usia lanjut dan pekerjaannya bukan penghalang belajar. Menurutnya dengan membaca banyak hal yang ia dapat. 

Pengetahuan umum, sejarah, novel, komik, dan lainnya. Semua bisa ia ketahui dengan membaca. 

"Ketimbang tenguk-tenguk. Buku itu jendela dunia," jelasnya sambil terkekeh-kekeh sehingga gigi tengah bagian atasnya yang sudah tanggal terlihat. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#literasi #tukang parkir #blora