Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kades Sumberejo Blora Klaim Tak Ada Pemotongan, Sebut Warga Sukarela Beri Sumbangan untuk Bangun Jalan

Eko Santoso • Minggu, 7 Desember 2025 | 15:29 WIB

 

TANGGAP: Jalan rusak yang diperbaiki dengan diberi grosok dari hasil urunan warga secara sukarela.
TANGGAP: Jalan rusak yang diperbaiki dengan diberi grosok dari hasil urunan warga secara sukarela.

BLORA – Kades Sumberejo Kecamatan Randublatung Kusnan beri penjelasan terkait dugaan pemotongan BLT Kesra.

Pihaknya menyebut tak ada pemotongan. Melainkan sumbangan sukarela warga. 

Kusnan mengatakan ada seorang tokoh masyarakat bernama Yanto yang kerap memperbaiki jalan rusak.

Dari situ warga ikut bersimpati dengan memberikan sumbangsih. 

"Rakyat datang ke Yanto memberikan uang untuk memperbaiki jalan itu," katanya. 

Ia mendapatkan penjelasan itu setelah turun langsung mengecek dugaan adanya pemotongan BLT Kesra yang sempat sempat mencuat. 

"Saya habis takziah langsung melakukan koreksi turun ke bawah. Saya tanyai warga, mereka gak masalah. Senang. Ini kerelaan warga memberikan sumbangan," paparnya.

Menurutnya, Yanto merupakan tokoh masyarakat, bukan perangkat desa. Jadi ia menegaskan tak ada pemotongan BLT Kesra oleh perangkat desa. 

"Yang bersangkutan bukan Kadus tapi tokoh masyarakat. Jadi bukan perangkat desa," tambahnya. 

Diberitakan sebelumnya diduga terjadi penyunatan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) di Desa Sumberejo. Pemotongan diduga dilakukan oknum perangkat desa. 

BLT Kesra diperuntukkan bagi keluarga yang ada di desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Merupakan bantuan sosial dari pemerintah pusat. 

Dari penuturan seorang narasumber yang enggan disebut namanya mengatakan dari bantuan senilai total Rp 900 ribu ada pemotongan Rp 150 ribu.

Pemotongan tidak dilakukan secara langsung, sebab penyaluran melalui kantor pos dan secara langsung diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

"Entah semua dukuhan atau tidak. Ini yang saya ketahui dua dukuhan. Di Dukuh Grogol dan Drojo," katanya. 

Menurutnya setelah warga mengambil bantuan, barulah oknum menghampiri rumah KPM. Kemudian meminta Rp 150 ribu. 

"Ketika sudah sampai di rumah dimintai untuk alasan pembangunan. Dipotong 150 ribu, yang dapat," tambahnya. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#randublatung #Randublatung Blora #pemotongan #blora #BLT Kesejahteraan Rakyat 2025