BLORA – Seminggu lebih Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Blora di Kridosono berhenti beroperasi.
Dampaknya ribuan siswa tak mendapatkan program makan bergizi gratis (MBG).
Dari pantauan, tampak SPPG itu sepi. Gerbang ditutup. Dua mobil boks terparkir. Bangunan SPPG juga tampak terkunci. Tak ada aktivitas apapun.
Dapur tersebut berhenti terhitung sejak 24 November hingga sekarang.
Menyikapi itu, ribuan siswa yang terdampak berharap SPPG tersebut segera kembali beroperasi.
Harapan itu di antaranya muncul dari para siswa SMK N 2 Blora. Di sekolah tersebut ada 1.275 siswa.
Salah satu guru SMK N 2 Blora Cicilia Dian Ratnawati yang juga sebagai PIC program MBG menjelaskan jika terkait pemberhentian operasi SPPG tersebut sudah diberitahukan ke pihak sekolah.
"Kami sudah diberitahu koordinator MBG induk. Untuk MBG SMK 2 Blora libur dulu. Mulai Senin 24 November 2025," katanya.
Namun tidak beritahu sampai kapan dapur tersebut berhenti beroperasi. Disuruh menunggu informasi lebih lanjut.
Meski berhenti, sekolah tersebut tidak dialihkan ke SPPG lain. Sehingga sudah seminggu lebih 1.275 siswa di SMK N 2 Blora tak dapat MBG.
"Suruh menunggu lebih lanjut. Gak dialihkan," paparnya.
Pihaknya sempat menanyakan alasan berhenti beroperasinya SPPG Khusus itu. Oleh pihak dapur menjawab jika terkendala dana.
"Terkendala masalah dana. Para siswa juga tanya, ya kamu berita tahu seperti itu juga," tambahnya.
Ia menerangkan jika menu MBG dari SPPG khusus itu sejauh ini mendapatkan banyak apresiasi dari siswa. Karena dinilai baik. Tak ada masalah.
"Siswa senang dapat MBG tiap hari. Dan ini antusias dapat MBG kembali. Semoga segera jalan lagi," tambahnya.
Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Blora, Artika Diannita masih belum memberikan keterangan terkait berhenti beroperasinya SPPG percontohan itu.
Wartawan ini sudah menghubungi beberapa kali. Namun tak direspon. SPPG tersebut di bawah naungan yayasan Gema Mustika Insani.
Satu yayasan dengan SPPG Karangjati yang berhenti beroperasi akibat keracunan massal di SMP N 1 Blora beberapa waktu lalu. (tos)
Editor : Ali Mustofa