BLORA – Proses pemakaman sesepuh Samin Klopoduwur Blora Mbah Lasiyo secara islami menimbulkan tanda tanya dalam benak masyarakat.
Pihak keluarga dan murid pun buka suara dan beri penjelasan.
Seorang murid Mbah Lasiyo, Eko Purwanto, 58 menjelaskan tak hanya proses pemakaman secara islami, tetapi hingga hari ke tujuh ada khataman Qur'an.
Malam peringatan ke tujuh peninggalan Mbah Lasiyo berlangsung Rabu (27/11) malam.
Bertempat di pendopo Samin Klopoduwur yang berlokasi di depan rumah Mbah Lasiyo. Selain khataman juga ada pembacaan Yasin tahlil.
Eko Purwanto menjelaskan memang secara harfiah atau syariat tak banyak yang melihat Mbah Lasiyo melakukan ritus Islam.
Namun dari hati, tak ada yang bisa menilai.
Ia pun menceritakan saat dirawat di rumah sakit Karyadi Semarang, Eko yang menunggu Mbah Lasiyo melihat dan mendengar apa yang diucapkan Sesepuh Samin tersebut.
"Beliau mau meninggal terus menyebut kalimat toyibah, syahadat, alfatihah, sholawat," katanya.
Bahkan saat-saat terakhir ajal, Mbah Lasiyo berdzikir. Mengucap Allah.
"Huallah, huallah," tuturnya.
Setelah itu dibawa ke masjid di Pondok Pesantren Az Zuhri, Kota Semarang pimpinan KH Muhammad Lukman Hakim.
"Dimandikan, dikafani, disholawati, dan disholatkan di situ," tambahnya.
Di Blora juga disertai khataman Qur'an. Sampai dengan malam ke tujuh.
"Gus Lukman juga nyuruh santrinya Yasin tahlil, dan khataman sampai hari ke tujuh di sini," imbuhnya.
Editor : Ali Mustofa