Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dagangan sepi, Pedagang Pasar Blora Minta Pemkab Tinjau Ulang Tarif Retribusi

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 1 November 2025 | 17:10 WIB
PASAR SEPI: Pengunjung saat melintas di area kios pedagang Pasar Sido Makmur Blora yang tutup.
PASAR SEPI: Pengunjung saat melintas di area kios pedagang Pasar Sido Makmur Blora yang tutup.

 

 

BLORA - Suasana sebagian kios di Pasar Rakyat Sido Makmur Blora tampak tutup.

Bahkan di pintu kios terlihat ditempel stiker peringatan lantaran pemilik kios menunggak dalam pembayaran retribusi.

Salah seorang pedagang pakaian Marni (59) mengatakan, bahwa beberapa kios yang tutup tersebut, sudah tidak lagi berjualan sejak lama. Lantaran sepinya pembeli.

“Itu sudah lama tutup mas, enggak jualan sejak lama. Karena enggak ada yang beli kok mas,” terangnya.

Lebih lanjut, Marni juga mengeluhkan kondisi pasar yang sepi, namun pedagang masih harus membayar retribusi.

Marni memiliki empat kios yang letaknya berjajar. Setiap kios harus membayar retribusi Rp 2.000 per hari.

Artinya, Marni setiap hari harus membayar Rp 8.000 per hari, atau total Rp 240.000 per bulan untuk empat kios yang dipakainya berjualan.

“Sebagai pedagang kita keberatan, mas. Sangat keberatan. Soalnya kondisi pasarnya seperti ini, sepi. Tapi kan tetap harus bayar retribusi, meskipun kita libur enggak jualan juga dihitung harus bayar,” tuturnya.

Marni membandingkan dengan kondisi Pasar Sido Makmur sekarang dengan dulu saat pasar masih berlokasi di sisi Selatan Alun-alun Blora.

“Kalau penjualan sekarang dengan saat masih di Pasar Lama walah jauh mas, di sana dulu kan di kota kalau orang-orang mau kemana kan langsung mampir di Blok pasar yang lama. Ya enak di sana, Mas,” jelasnya.

Marni berharap retribusi agar diturunkan, supaya tidak terlalu membebani pedagang, lantaran kondisi pasar masih sepi.

“Kalau bisa pajak diturunkan, karena kondisi pasar sepi seperti ini. Kebutuhan kita nggak hanya bayar retribusi kan, belum bayar utang bank, belum lagi bayar sekolah anak. Keberatan pokoknya Mas,” paparnya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#pembeli #retribusi #pasar #pemilik kios #pedagang