Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Warga Berbondong-bondong Selamatkan Ternak ke Kebun Akibat Kebakaran Sumur Minyak di Bogorejo Blora

Redaksi Radar Kudus • Senin, 18 Agustus 2025 | 17:24 WIB
Kondisi rumah warga di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo yang terdampak kebakaran sumur minyak.
Kondisi rumah warga di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo yang terdampak kebakaran sumur minyak.

BLORA – Sejumlah warga yang mengungsi mengamankan barang dan ternak di kebun yang terdampak kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo.

Ada 50 kepala keluarga (KK) yang mebgungsi di kebun dan rumah saudara untuk mencari aman dari ledakan.

Pasalnya, kobaran api di sekitar ledakan masih menyala.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus, banyak rumah yang dikosongkan dan peralatan rumah dikeluarkan.

Peralatan seperti lemari, kasur, kulkas, serta perlengkapan rumah dibiarkan tergeletak didepan rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mulyowati menyampaikan, lokasi kebakaran sumur minyak itu di dekat pemukiman masyarakat.

Hal itu membuat masyarakat takut dan diminta untuk segera dilakukan evakuasi.

“Sekitar 50 KK di Dukuh Gendono, Desa Gandu ini mengungsi di rumah saudaranya. Saat ini kami kosongkan lokasi sekitar kejadian kebakaran ini," ujarnya.

"Alhamdulillah masyarakat setempat dengan kesadarannya memahami kondisi saat ini untuk mencari cara api segera padam,” lanjutnya.

 

Suyarmi (42) warga RT 5 RW 1 Dukuh Gendono, Desa Gundih mengungsi bersama lima KK lainnya di kebun warga.

Hal itu dilakukannya untuk mengantisipasi menjalarnya semburan api.

“Rumah saya dekat dengan ledakan, sekitar 100 meter. Saya takut waktu ada ledakan itu, lalu ngungsi sebelah makan di perkebunan,” ucapnya.

Ia mengaku akan mendirikan tenda jika api belum segera padam. Beberapa warga yakni lima KK juga ikut mengungsi.

“Setelah ledakan itu saya ngangkut baju, dokumen dan ternak. Semalam juga semuanya tidur di kebun tanpa ada apa-apa cumak alas tidur,” ungkapnya. (ari)

Saat mengungsi, Suyarmi tidak bisa memasak dan harus membeli makanan untuk keluarganya. Ia berharap api segera padam dan segera normal kembali.

Sumindar (60) yang juga orang tua Suyarmi membawa tiga ternak miliknya. Tiga ekor sapi dibawa ke kebun sejak kebakaran terjadi.

“Tadi malam tak bawa ke kebun mas, takut ada api mas. Bawa sapi dan baju sedikit aja,” ungkapnya (ari)

Editor : Ali Mustofa
#kebakaran #blora #ternak #mengungsi #sumur minyak #makanan