Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mitos Goa Terawang Blora: Jadi Tempat Raja-Raja Jawa Mencari Wangsit dan Kekuatan Gaib

Noor Syafaatul Udhma • Selasa, 11 Februari 2025 | 18:04 WIB
INDAH SEKALI: Potret keindagan Goa Terawang di Blora yang sempat dipuji oleh fotografer nasional.
INDAH SEKALI: Potret keindagan Goa Terawang di Blora yang sempat dipuji oleh fotografer nasional.

BLORA – Siapa sangka, Goa Terawang yang saat ini menjadi salah satu tempat wisata di Blora ternyata menyimpan sejarah dan misteri yang menarik untuk dibahas.

Tak hanya itu, goa yang berada di Desa Kedung Wungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini juga menyimpan mitos.

Banyak yang menyebut goa ini menjadi salah satu tempat sakral sekaligus bersejarah di Kabupaten Blora.

Sejarah Goa Terawang

Goa Terawang memiliki sejarah panjang bagi masyarakat Blora. Goa ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah lokal seperti pertemuan Bupati dengan pejabat Belanda.

Tak hanya itu, bagi masyarakat Blora, Goa Terawang dihormati dan dijaga oleh masyarakat sekitar.

Nama Terawang berasal dari kata terawang. Terawang artinya cahaya yang menembuh celah-celah. Penamaan ini diberikan kerena keunikan Goa Terawang.

Di Goa ini memang ada celah besar di langit-langit goa yang bisa ditembus sinar matahari.

Kondisi itu menciptakan efek cahaya yang sangat indah dan dramatis.

Pengunjung akan memperoleh pengalaman visual yang luar biasa.

Karena adanya celah yang bisa ditembus oleh matahari, maka goa ini menjadi terang pada siang hari.

Goa Terawang merupakan goa pengunungan kapur yang sudah berusia kira-kira 10 juta tahun. Lokasinya berada di ketinggian 172 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Goa Terawang Jadi Raja-Raja Jawa Mencari Wangsit

Goa Terawang memiliki sejarah yang panjang. Konon katanya Goa Terawang menjadi tempat bertapa untuk memperoleh kekuatan mistis.

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Goa Terawang sering digunakan untuk pertemuan Bupati Blora dengan pejabat Belanda.

Tak hanya itu, konon Goa Terawang juga digunakan sebagai tempat pesta dansa untuk pejabat yang hadir. 

Selain itu sangat terkenal pada zaman raja-raja Jawa. Konon katanya raja-raja Jawa sering ke sana dan bertapa untuk memperoleh kekuatan mistis atau wangsit.

Legenda dan Mitos Lokal

Goa Terawang juga memiliki legenda dan mitos.  Konon Goa ini mistis dan banyak terjadi kejadian gaib yang kisahnya diceritakan secara turun menurun.

Dikisahkan, goa ini menjadi tempat bertapa untuk memperoleh kekuatan gaib.

Orang-orang percaya bila seseorang bertapa di Goa Terawang maka akan memperoleh kekuatan gaib dan saksi mandraguna.

Tak heran, oleh masyarakat Blora, goa ini sangat dijaga karena dianggap sakral dan memiliki kekuatan mistis.

Waktu untuk Berkunjung

Goa Terawang ramai dikunjungi wisatawan. Goa ini mulai dibuka pada pukul 07.30 hingga pukul 16.30.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Goa Terawang yakni pada siang hari. Sebab kamu bisa melihat cahaya matahari yang masuk melalui celah gua.

Lokasi Goa Terawang

Lokasi Goa Terawang bisa ditempuh sekitar satu jam perjalanan atau sekitar 36,6 km dari Alun-alun Blora.

Perjalanan melalui Jalan Raya Blora-Purwodadi, Jalan Raya Gagaan, Jalan Raya Aleviate, dan Kunduran-Todanan.

Sekarang Goa Terawang Dijadikan Tempat Wisata

Meski dulunya goa ini dijadikan tempat untuk bertapa dan mencari wangsit, tetapi sekarang goa ini menjadi desatinasi wisata andalan di Kabupaten Blora.

Untuk menikmati wisata Goa Terawang, kamu hanya perlu mengeluarkan tiket masuk sebesar Rp 12.000 per orang.

Untuk tarif parkir sepeda motor sebesar Rp 3.000 untuk motor dan Rp 7.000 untuk mobil (Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu).

Itulah sejarah, asal usul, mitos, hingga biaya masuk ke Goa Terawang. Gimana, kamu tertarik untuk melihat cahaya matahari di Goa ini?

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#sejarah #raja jawa #Kolonial Belanda #Goa terawang #wisata blora #Wangsit #bupati blora #blora #pemkab blora #Legenda