BLORA - Pameran Patung dan Sketsa wajah dalam rangka Seabad Pramoedya Ananta Toer diapresiasi sangat baik oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat mengunjungi Blora Creative Space (BCS).
Kehadiran patung dan sketsa wajah Pramoedya Ananta Toer itu diikuti oleh para seniman di tingkat nasional dan internasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi sekali dengan ada Blora Creative Space yang bisa menjadi sebuah kantong budaya untuk mengekspresikan seni sastra, seni patung, seni rupa, dan juga berbagai macam ekspresi seni lainnya.
Blora ini dikenal sebagai penghasil jati yang utama, jadi sangat menjanjikan untuk melahirkan karya-karya yang nanti lebih banyak apresiasi di tingkat nasional bahkan di tingkat dunia.
“Dan saya kira dimulai dengan pameran sahabat Pram dengan karya-karya para seni rupa yang ada lukisan, drawing, patung, apalagi Blora ini dikenal sebagai penghasil jati yang utama gitu," ujarnya.
"Mudah-mudahan ada keberlanjutan, ada kerjasama dengan banyak seniman-seniman maestro gitu ya,” ucapnya.
Ia menambahkan, talenta-talenta yang ada di Blora bisa mendapatkan mungkin semacam sharing pengalaman dari para maestro di Blora.
Menurutnya banyak talenta lokal dan otodidak kalau dilihat tadi dalam karya-karya patung.
“Karena memang menurut saya bagaimana ada sentuhan-sentuhan untuk mengekspresikan diri, sehingga kan disini banyak pengrajin. Pengrajin ini kalau dibina bisa menjadi seorang seniman dan budayawan yang mengekspresikan dirinya juga,” tuturnya.
Pihaknya mengatakan, dari kria, kraf, dan kerajinan bisa menjadi artwork atau karya seni. Pihaknya menilai perlu sentuhan-sentuhan dan mungkin dialog-dialog dengan para seniman budayawan lain.
“Saya kira sangat pantas untuk melakukan satu apresiasi dalam rangka peringatan satu abad Pramoedya Ananta Toer di tempat kelahirannya Blora yang selalu juga dipromosikan dalam karya-karya mulai dari cerpenya dulu," ujarnya.
"Cerita dari Blora hingga novel-novel di tetralogi burung, tokoh-tokohnya juga dari Blora,” lanjutnya. (ari)
Editor : Ali Mustofa