Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pintu Bendungan Gerak di Bojonegoro Dibuka, Begini Kondisi Terkini Ketinggian Air Bengawan Solo di Cepu

Arif Fakhrian Khalim • Senin, 23 Desember 2024 | 00:22 WIB
BAHAYA: Kondisi air di Sungai Bengawan Solo, Cepu kondisi siaga hijau.
BAHAYA: Kondisi air di Sungai Bengawan Solo, Cepu kondisi siaga hijau.

CEPU - Tinggi Muka Air (TMA) Cepu masih siaga hijau. Sempat alami kenaikan, namun hingga Minggu sore (22/12) TMA cenderung turun.

Hal itu disebabkan 9 pintu Bendungan Gerak yang ada di Bojonegoro dibuka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora terus pantau bengawan hingga malam hari saat musim penghujan masih melanda di Blora.

 Baca Juga: Kabar Baik, Kabupaten Pati Nganyari Tiga Armada Damkar Anyar dengan Alokasi Dana Rp1,5 Miliar

Operator data dan informasi BPBD Blora, Agung Triyono mengungkapkan, TMA di Cepu sempat alami kenaikan pada senin (16/12) hingga Minggu pagi (22/12), namun dari pantauan hingga sore, TMA cenderung turun menjadi 22.05 Meter.

“Untuk saat ini masih siaga hijau, karena masih di bawah 22.63 Meter,” jelasnya.

Ia menyampaikan, dibukanya 9 pintu air bendungan gerak di Bojonegoro disinyalir berdampak pada penurunan TMA Cepu.

Sementara dari pantauan di Hulu, seperti Ngawi juga cenderung turun, dengan status siaga kuning.

“Untuk di Cepu dan sekitarnya air bengawan belum sampai memasuki perkampungan,” tegasnya.

Pihaknya mengatakan, TMA Cepu sewaktu-waktu bisa berubah. Terlebih saat ini masih musim penghujan.

 

Informasi yang didapat dari BMKG, untuk wilayah Blora diprediksi masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

"Kami siap siaga melaporkan per jam,” katanya.

Ia mengatakan, semenjak air bengawan naik. Tim BPBD terus memantau situasi dan kondisi TMA, bahkan hingga malam.

“Malam hari tetap kami pantau,” katanya.

Dio Febriansyah, salah satu warga Balun Kecamatan Cepu mengaku semenjak ada tanggul, banjir dari luapan air sungai tidak pernah dijumpai.

Terakhir banjir dari luapan sungai itu pada 2007 silam.

“Setelah itu kalau banjir di Cepu karena air hujan,” tambahnya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#bengawan solo #bojonegoro #Siaga Hijau #Bendungan Gerak #cepu #blora #musim penghujan #bmkg #BPBD