Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Imbau Masyarakat Tak Mendekat ke Oro-oro Kesongo, BPBD Blora: Beracun dan Bisa Picu Kematian  

Eko Santoso • Kamis, 5 Desember 2024 | 01:57 WIB
MENYEMBUR: Oro-oro Kesongo saat menyemburkan lumpur capai puluhan meter pada Selasa (3/12).
MENYEMBUR: Oro-oro Kesongo saat menyemburkan lumpur capai puluhan meter pada Selasa (3/12).

 

BLORA – Oro-oro Kesongo di Kabupaten Blora Kembali semburkan lumpur panas pada Minggu (1/12).

Sejak adanya erupsi hingga hari ini, Oro-oro Kesongo sudah erupsi sembilan kali. Tak sekedar erupsi, tetapi juga mengeluarkan gas beracun.

Operator datin TRC BPBD Blora, Agung Triyono menjelaskan semburan itu terjadi lantaran ada tekanan gas besar di bawah yang menyembur melalui celah.

"Sehingga ada letupan semburan. Biasa terjadi peralihan musim," katanya.

Menurutnya sebagaimana siklus yang terjadi, biasanya potensi semburan masih bisa terjadi dalam seminggu ke depan.

Sehingga masyarakat diimbau tak mendekat Kesongo.

"Imbauan kami masyarakat dilarang mendekati area Kesongo. Dimungkinkan saat letusan mengeluarkan H2S. Ini beracun. Bisa menimbulkan kematian," paparnya.

Untuk itu ia menekankan masyarakat juga mengurangi aktivitas di sekitar Kesongo. Karena bisa berdampak bagi kesehatan masyarakat.

"Akan menimbulkan sesak nafas. Karena bisa jadi ada potensi letusan lagi. Ini tidak bisa diprediksi waktunya kapan dan tempatnya di sebelah mana," tambahnya.

Untuk itu pihaknya memasang rambu-rambu peringatan agar dalam jarak 1 km masyarakat sudah tidak mendekati area Kesongo. Karena itu jarak aman.

"Jarak amannya 1-1,5 Kilometer.  Jadi kalau ada letusan jauhi lokasi, jauhi arah mata angin. Karena kalau keluar gas, akan mengarah mengikuti mata angin," ujarnya.

"Kalau pas di lokasi siapkan handuk dan masker. Namun sekali lagi kami imbau agar tidak ada aktivitas di sana," tuturnya.

Sementara itu Komisaris BUMD BPE Seno menyatakan fenomena alam Kesongo jangan dilihat secara mistis.

Sebaiknya justru dilihat secara profesional dan ilmiah. Bahwa kejadian itu salah satu bukti bahwa ada kandungan gas alam yang bisa dimanfaatkan oleh Blora.

"SDA Migas sesungguhnya adalah berkah bukan kutukan," tuturnya.

Sementara itu sebagai antisipasi, dalam seminggu ke depan masyarakat dilarang mendekat Oro-oro Kesongo.

Lokasi semburan lumpur bercampur gas pada Selasa (3/12). Lantaran dikhawatirkan kembali kembali menyembur. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#oro-oro kesongo #kesehatan #Gas beracun #masyarakat #Lumpur panas #blora #Kematian #BPBD #gas alam