BLORA – Kabupaten Blora menempati posisi terendah dalam Indeks Pembangunan Statistik (IPS) se-Jawa Tengah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Blora, IPS daerah berjuluk Kota Sate ini hanya mencapai angka 2,30, menduduki peringkat ke-35 dari seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Kepala BPS Blora, Rukhedi, menyatakan bahwa nilai IPS Blora yang dikategorikan “cukup” ini perlu menjadi perhatian serius, terutama dalam aspek akurasi data.
"Kalau akurasinya belum baik, itu yang harus menjadi perhatian Pemkab Blora," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penilaian IPS dilakukan berdasarkan lima kriteria utama: prinsip Satu Data Indonesia (SDI), kualitas data, proses bisnis statistik, kelembagaan, dan statistik nasional.
"Setiap domain memiliki indikator penilaian. Misalnya, dalam aspek kualitas data, penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan SOP sudah diterapkan dan SDM profesional di bidang statistik," tambahnya.
Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, menanggapi laporan ini dengan mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan pelaksanaan statistik sektoral.
Menurutnya, kebijakan yang berkualitas hanya dapat dirumuskan berdasarkan data yang akurat, relevan, dan berkelanjutan.
“Tidak bisa hanya mengandalkan data yang belum teruji. Untuk itu, mari kita perkuat penyelenggaraan statistik sektoral di setiap OPD,” tegasnya saat rapat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora.
Hasil IPS ini diharapkan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas data dan tata kelola statistik agar mampu menunjang kebijakan yang tepat dan efektif. (ari/ali)
Editor : Abdul Rokhim