BLORA – Distribusi logistik Pilkada di Kabupaten Blora mengalami kendala serius akibat hujan.
Beberapa kotak suara basah bahkan rusak, menimbulkan kekhawatiran akan kelancaran proses pemilihan.
Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Blora, Akhmad Alwi, mengungkapkan bahwa timnya menemukan sejumlah logistik bermasalah saat proses pengawasan distribusi.
Temuan mencolok terjadi di Kecamatan Bogorejo, di mana 26 dari 86 kotak suara basah, dan empat lainnya ditemukan tidak tersegel.
"Hasil pengawasan jajaran kami menunjukkan beberapa kotak suara basah saat pengiriman menuju PPK. Di Jepon juga ditemukan kotak suara yang tidak tersegel," jelas Alwi.
Ia menekankan pentingnya antisipasi cuaca dengan armada yang memiliki bak tertutup.
"Kami sudah mengimbau KPU Blora untuk segera melakukan perbaikan. Penggunaan armada dengan bak tertutup seharusnya menjadi langkah antisipasi utama saat cuaca hujan," tambahnya.
Menanggapi temuan tersebut, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Blora, Noorman Pramono, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi sebelumnya.
Logistik seperti surat suara dan kertas plano dihimpun dalam kotak suara yang dilapisi plastik berlapis-lapis.
"Setiap kotak suara sudah dibungkus plastik, baik di bagian dalam maupun luar, untuk memastikan perlindungan ganda dari hujan," ujar Noorman.
Namun, hujan yang mengguyur saat proses distribusi tampaknya tetap berdampak pada kondisi logistik di lapangan.
Langkah cepat dari KPU diperlukan untuk memperbaiki logistik yang rusak agar tidak mengganggu jalannya Pilkada.
Meski telah dilakukan berbagai upaya, insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan dan perencanaan lebih matang untuk memastikan proses demokrasi berjalan lancar tanpa hambatan. (tos/khim)
Editor : Abdul Rokhim