Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BPBD Laporkan 16 Kecamatan di Blora Kekeringan, Lebih dari 480 Ribu Jiwa Terdampak

Arif Fakhrian Khalim • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 01:37 WIB

 

BENCANA KEKERINGAN: Warga Kelurahan Jurangjero Kecamatan Bogorejo mengalami krisis air bersih di tengah musim kemarau.
BENCANA KEKERINGAN: Warga Kelurahan Jurangjero Kecamatan Bogorejo mengalami krisis air bersih di tengah musim kemarau.

BLORA – Bencana kekeringan dan krisis air belum usai di seluruh wilayah Kabupaten Blora.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora melaporkan, jumlah warga terdampak kekeringan mencapai 481.149 jiwa.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Blora Abdul Mukhid menyatakan, seluruh kecamatan masih mengalami krisis air.

Baca Juga: Pameran Mebel di Sepanjang City Walk Jalan Pemuda Jepara Temui Titik Terang, Catat Jadwalnya!

Kekeringan tersebar di 16 kecamatan, meliputi Blora Kota, Jepon, Jiken, Jati, Randublatung, Ngawen, Tunjungan, Kunduran, Todanan, Cepu, Banjarejo, Bogorejo, Sambong, Japah, Kedungtuban, dan Kradenan.

”Dari 16 kecamatan itu, dari data yang ada di BPBD Blora hanya 196 desa yang dilaporkan mengalami krisis air. Jumlah tersebut lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya 185 desa," ujarnya.

Ia menjelaskan, kekeringan tersebut berdampak pada 481.149 jiwa.

Data tersebut diperoleh berdasarkan laporan kasi Ketenteraman dan Ketertiban setiap kecamatan.

”Data itu (terdampak kekeringan, Red) kami kumpulkan untuk melakukan upaya droping air di sejumlah desa atau kelurahan yang terparah," ujarnya.

"Data yang disetorkan akan bertambah atau berkurang setiap waktu, sesuai dengan kondisi air di daerah itu," ucapnya.

Ia menyatakan, selama bencana kekeringan ini masih berlangsung, BPBD Blora, relawan, dan penggiat kemanusiaan terus melakukan droping air.

”Sampai saat ini belum ada rapat, koordinasi, dan komunikasi terkait kapan berakhirnya musim kemarau. Kami berharap masyarakat Blora terus bersabar dan berdoa agar bencana kekeringan ini segera usai," harapnya. (ari/lin)

Editor : Ali Mustofa
#kemarau #blora #krisis air #kekeringan #dropping air #BPBD