RADAR KUDUS – Raden Fatah atau Raden Patah merupakan pendiri Kesultanan Demak Bintoro yang merupakan anak dari Prabu Brawijaya dengan Siu Ban Ci.
Diketahui Raden Patah berhasil membangun dinasti di pesisir utara Jawa (tengah) yang diberi nama Kesultanan Demak Bintoro atau Kerajaan Demak.
Selama memerintah, Raden Patah berhasil memperluas wilayah Kerjaan Demak sekaligus menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Asal Usul Raden Patah
Dilansir dari laman Langgar.co Dalam Babad Pajang tertulis Raja Majapahit memiliki seroang istri yang sangat cantik dari China.
Istri raja Majapahit ini dikenal sebagai putri China. Diyakini dia anak dari kaisar di China yang kemudian diboyong ke Majapahit untuk dijadikan permaisuri.
Babad Pajang menulis
“patut saking putri China, punika pan garwa padmi, putrane prabu ing China, prameswari Majapahit”
Keterangan tersebut juga terdapat dalam Babad Demak Pesisiran yang menceritakan salah satu istri raja Majapahit merupakan putri jelita berasal dari China.
Parasanya cantik membuat Prabu Brawijaya mabuk kepayang.
Dalam Babad Demak Pesisiran menuliskan
“…Sang Prabu Brawijaya ing Majapahit
garwa putri saking China langkung anyunipun
Brawijaya Majalengka langkung tresna
Dateng puteri saking Chian singgih
Temahan dipun senggama…”
Dari pernikahan Raja Brawijaya dengan putri dari China lahirlah seorang anak dan setelah beasr dikenal dengan nama Raden Patah. Dia memiliki darah Majapahit-China. Karena keturunan China, Raden Patah memiliki nama China yakni Jin Bun.
Nama Fatah berasal dari kata al-Fath yang berarti pembuka. Julukan ini diberikan karena dia berhasil membuat kerajaan atau kesultanan di hutan Gelagah.
Selain dalam serat dan babad, diyakini masyarakat khususnya kalangan satri, Raden Patah merupakan anak kandung Raja Brawijaya atau Ranggawijaya.
Ayah Raden Patah diyakini sebagai penguasa terakhir kerajaan Majapahit.
Namun ada pula yang meyakini Raden Patah merupakan anak dari Kertabumi, salah satu raja Majapahit.
Diyakini Kertabumi merupakan raja terakhir Kerajaan Majapahit. Sebab setelah itu Kesultanan Demak Bintoro berdiri.
Salah satu kisah yang diyakini sebagian masyarakat yakni, setelah putri China dan Raja Brawijaya menikah, tak lama kemudian sang putri mengandung.
Rasa sayang dan cinta Raja Brawijaya kepada putri China yang begitu dalam membuat sang permaisuri (putri Champa) cemburu.
Kecemburuan itu semakin tak terbendung hingga sang permaisuri meminta Prabu Brawijaya menyingkirkan putri China.
Karena desakan tersebut, Prabu Brawijaya akhirnya menceraikan putri China dan dikirim ke Arya Darma, anak sekaligus penguasa Palembang.
Saat itu Palembang merupaka daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Karena sang putri China mengandung, Prabu Brawijaya meminta Arya Damar untuk tidak menyentuh putri China hingga Raden Patah lahir.
Raden Patah ke Ampeldenta hingga Menikah
Diceritakan, tak lama setelah putri China melahirkan Raden Patah yang merupakan anak dari Raja Brawijaya, Arya Damar kemudian memperistri putri China. Dari pernikahan itu lahirlah Raden Husain.
Sejak kecil hingga remaja, Raden Patah mendapat ajaran agama Islam dari Arya Damar.
Setelah dewasa, Raden Patah dan Raden Husain mantap untuk pergi ke Ampeldenta untuk berguru kepada Sayid Rahmat.
Keduanya direstui Arya Damar untuk berguru kepada Sayid Ratmat.
Selama di Ampeldenta, Raden Patah berguru dengan Raden Paku putra Maulana Ishaq yang kelak terkenal sebagai Sunan Giri.
Kemudian Qasim putra Syid Rahmat yang dikenal sebagai Sunan Derajat, dan Sayid Abdul Jalil putra Sayid Abdul Qadir putra Maulana Ishaq yang kelak terkenal sebagai Syeh Siti Jenar.
Selain itu ada Sunan Kudus, Sunan Klaijaga, dan Sunan Muria.
Raden Patah memiliki kecerdasan dalam memehami pelajaran agama.
Dia tumbuh menjadi seorang yang ahli dalam ilmu syariat, thariqat, hingga hakikat.
Tak hanya belajar agama, Raden Patah juga semakin mengena keluarganya besarnya di Majapahit.
Raden Patah tinggal lama di Ampel. Kemudian Sunan Ampel menikahkan Raden Patah dengan anak bungsunya Sayidah Murtasimah.
Sedangkana Raden Husain meminta izin menghadap Raja Brawijaya.
Profil Dewi Murtasimah, Istri Raden Patah
Istri pertama Raden Patah yakni Dewi Murtasimah aatau Sayidah Murtasimah.
Sosoknya diyakini sangat cantik dan memiliki kepribadian yang baik.
Diketahui Dewi Murtasimah merupakan anak dari salah satu Walisongo yakni Sunan Ampel.
Karena Raden Patah lama berguru dengan Sunan Ampel, diyakini bening-benih cinta antara Raden Patah dan Dewi Murtasimah muncul saat di Ampel.
Dari pernikahan dengan Dewi Murtasimah, raden Patah memiliki dua anak yakni Raden Yunus dan Raden Trenggono yang kelak menggantikan Raden Patah memimpin Kesultanan Demak.
Ketika Raden Patah menjadi Sultan Demak, Dewi Murtasimah diangkat menjadi permaisuri.
Kedua anaknya dinantikan menjadi sultan untuk menggantikan Raden Patah.
Raden Yunus menjadi Sultan Demak kedua. Disusul adiknya Raden Trenggono yang menjadi Sultan Demak ketiga selepas kakaknya meninggal duni dalam misi penyerangan Portugis di Malaka.
Itulah kisah dari Raden Patah dengan Dewi Murtasimah yang melahirkan sosok-sosok raja Demak.
Editor : Noor Syafaatul Udhma