Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Siu Ban Ci, Selir dari Prabu Brawijaya V yang Melarang Warga Cepu Blora Mendaki Gunung Lawu sekaligus Ibu dari Raden Patah

Noor Syafaatul Udhma • Senin, 12 Agustus 2024 | 23:11 WIB
Ilustrasi Siu Ban Ci, selir Prabu Brawijaya V sekaligus ibu dari Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak Bintoro.
Ilustrasi Siu Ban Ci, selir Prabu Brawijaya V sekaligus ibu dari Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak Bintoro.

RADAR KUDUS – Mitos larangan warga Cepu Blora, Bojonegoro, dan keturunan Adipati Cepu rupanya berawal dari sumpah Prabu Brawijaya V.

Diketahui Prabu Brawijaya V merupakan raja terakhir dari Kerajaan Majapahit sekaligus ayah dari Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak Bintoro.

Tak banyak yang tahu, Raden Patah bukan lahir dari permaisuri, tetapi selir Prabu Barwijaya V.

Diketahui, Raden Patah lahir dari selir kesayangan Prabu Brawijaya V yakni Siu Ban Ci.

Siu Ban Ci merupakan sosok perempuan China yang cantik dan pintar.

Mengenal Sosok dan Profil Siu Ban Ci

Berdasarkan Babad tanah Jawi, ibu Raden Patah merupakan selir dari Prabu Brawijaya V bernama Siu Ban Ci.

Dalam Serat Carita Purwaka Caruban Nagari, selir China Raja Majapahit tersebut putri dari Tan Go Hwat seorang saudagar sekaligus ulama yang dikenal dengan nama Syekh Bantong.

Tan Go Hwat menikah dengan Siu Te Yo, seorang muslim China asal Gresik, Jawa Timur.

Di dalam istana, Siu Ban Ci menjadi salah satu selir kesayangan Prabu Brawijaya V.

Diceritakan sosok Siu Ban Ci cantik.

Siu Ban Ci juga fasih berbahasa Jawa, China, dan Arab.  

Tak heran Prabu Brawijaya V sangat terkesan dengan sosok Siu Ban Ci.

Dikisahkan Prabu Barwijaya V sangat disayang Prabu Barwijaya V, terlebih saat Siu Ban Ci hamil anak dari Prabu Brawijaya V.

Diusir dari Kerajaan Majapahit karena Permaisuri Cemburu

Karena memiliki paras yang elok dan pintar, permaisuri Prabu Barwijaya V yang terkenal sebagai Putri Campa sangat cemburu kepada Siu Ban Ci.

Permaisuri sangat cemburu dan iri dengan keberadaan Siu Ban Ci yang cerdas dan cantik.

Siu Ban Ci dianggap saingan untuk merebut hari sang raja.

Sebab dikisahkan, kehadiran Siu Ban Ci mampu membuat Bhre Kertabumi atau Prabu Brawijaya V bergairah.

Hari-hari Prabu Brawijaya V semakin semarak.

Prabu Brawijaya V sering mengunjungi Siu Ban Ci.

Sang raja juga tak bosan bermanja-manja dengan dengan Siu Ban Ci.

Hal itulah yang membuat permaisuri merasa terancam.

Permaisuri dari Campa ini pula tidak suka dengan agama Islam yang dianut oleh Siu Ban Ci dan keluarganya.

Saking cemburunya, permaisuri Majapahit itu meminta Prabu Brawijaya V untuk menjauhkan Siu Ban Ci dari istana. 

Prabu Brawijaya V awalnya enggan jauh dari Siu Ban Ci.

Terlebih Siu Ban Ci saat itu sedang hamil tua yang kelak bayi dalam kendungan itu adalah Raden Patah.

Namun karena desakan sang permaisuri, Prabu Brawijaya V akhirnya mengabulkan permintaan permaisuri untuk menjauhkan Siu Ban Ci dari istana.

Prabu Brawijaya V pun menceraikan Siu Ban Ci lalu diberikan kepada Arya Damar, putra Prabu Brawijaya V yang merupakan Raja Kerajaan Palembang.

Oleh Arya Damar, Siu Ban Ci lalu dinikahi.

Siu Ban Ci melewati masa-masa hamil tua di Palembang hingga lahirlah Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak Bintoro.

Raden Patah tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pemberani.

Dia juga belajar agama Islam dengan tekun.

Dikisahkan Raden Patah dekat dan sangat menyanyangi ibunya Siu Ban Ci.

Raden Patah juga sangat menghormati ibunya.

Dia pun membangunkan makam untuk ibunya di Desa Bintoro, Demak yang sampai sekarang masih ramai dikunjungi peziarah.

Sosok Siu Ban Ci dikenal cerdas, berani berkorban, dan kuat menghadapi cobaan dan diskriminasi dari permaisuri Majapahit.

Itulah sosok dan profil Siu Ban Ci, ibu dari Raden Patrah pendiri Kesultanan Demak sekaligus Selir Kesayangan Prabu Brawijaya V.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Raden Patah #gunung lawu #bintoro #demak #islam #jawa #kerajaan majapahit #Kerajaan Demak #arab #Prabu Brawijaya V #china #blora #permaisuri #mitos #Cepu Blora