BLORA – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora menyelenggarakan pendampingan perencanaan tahap II yang diisi Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah.
Acara itu dipimpin oleh langsung Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Irfan Agustian Iswandaru bertempat di Aula C pada Rabu (10/7/2024).
Heri Martono sebagai Narasumber dari BBPMP Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari pendampingan tahap 1 pada bulan lalu.
Kegiatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan oleh BBPMP Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya untuk peningkatan standar pelayanan minimal di Bidang Pendidikan Tahun 2024.
Tak hanya itu, kegiatan ini melibatkan OPD dari BPPKAD Kabupaten Blora, Inspektorat Kabupaten Blora, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, dan dari Setda bagian Pemerintahan.
Diharapkan, nantinya bisa menunjang posisi Perencanaan di sistem informasi pembangunan daerah (SIPD) Kabupaten Blora Tahun 2025.
“Dari 78 Sub Indikator yang ada di SIPD, untuk Kabupaten Blora baru 47%, 37 Sub Indikator yang terisi. Harapan kami dari kegiatan ini bisa meningkat karena kita masih proses, masih ada waktu untuk meningkatkan minimal 50%, syukur 80%-90% sehingga menaikkan SPM, tegas Heri”.
Plh. Kepala Dinas Pendidikan Irfan Agustian Iswandaru Kabupaten Blora menyampaikan bahwa Pendampingan Perencanaan di Tahap ke-2 ini, sangat membutuhkan dukungan dari OPD terkait.
“Target untuk penilaian di bidang pendidikan terkait dengan SPM dan beberapa hal lainnya tidak bisa dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blora saja," jelasnya.
Sebab tata kelola pendidikan ini melibatkan mulai dari Perencanaan (Bappeda), Pelaksanaan (Dinas Pendidikan Kabupaten Blora), Pencairan (BPPKAD), Audit Kinerja (Inspektorat), SPM (Bagian Pemerintahan Setda Blora).
"Terima kasih telah menganggap arti penting pendampingan perencanaan ini menjadi kunci apabila Kabupaten Blora ingin meningkatkan penilaian. Pemenuhan Sub Indikator kita sejatinya sudah baik ditandai ada peningkatan dibanding tahun lalu," paparnya.
Menurutnya untuk syarat minimal 50%, masih menyisakan sekitar 3 Sub indikator.
Sehingga pihaknya meminta dukungan kepada semua pihak untuk bisa memenuhi ini.
"Kita butuh pendampingan dari BBPMP Provinsi Jawa Tengah sehingga apa yang kita harapkan terutama di Kabupaten Blora bisa kita cukupi,” tegas Irfan. (*)
Editor : Abdul Rokhim